Akankah Nobel Mampir di Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: "Jika penghargaan itu baik untuk saya dan bangsa Indonesia, Tuhan pasti memberi jalan," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pernyataan tertulisnya Senin lalu.Yudhoyono bicara soal penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, yang pemenangnya akan diumumkan resmi pada 13 Oktober nanti. Nobel Perdamaian khusus diberikan di Oslo, Norwegia, bukan di Stockholm, Swedia, seperti Hadiah Nobel bidang lain.Perusahaan taruhan Centrebet dari Australia menyebut bekas Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, mediator dalam perjanjian damai pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka, sebagai calon terkuat penerima Nobel Perdamaian, diikuti Presiden Yudhoyono dan gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka."Aceh adalah peluang besar yang diduga para pemain rolet akan dipilih Komite Nobel Norwegia tahun ini, dan setelah putaran awal rolet yang lambat, akhirnya akan sampai pada Ahtisaari," kata Gerard Daffy dari Centrebet.Banyak petaruh yang dengan tepat memilih Mohammad el-Baradei, Ketua Badan Tenaga Atom Internasional, sebagai pemenang Nobel Perdamaian tahun lalu. Tapi Komite Nobel kadang memberi kejutan, misalkan dengan memilih Wangari Maathai, pejuang lingkungan hidup Kenya, pada 2004.Akankah Nobel tahun ini mampir di Tanah Rencong? Apakah nama-nama itu muncul dalam daftar calon penerima Nobel? Kita harus menunggu setengah abad lagi untuk mengetahuinya, karena aturan main komite hanya mengizinkan daftar calon diungkap setelah 50 tahun berselang.Kalaupun nama Yudhoyono tahun ini masuk, ia akan bersaing dengan sejumlah nama calon lain yang diungkap beberapa lembaga dan pengusul. Para calon itu di antaranya musisi Sir Bob Geldof dan Bono; pendeta Buddha Vietnam, Thich Quang Do; aktivis hak-hak asasi manusia Rusia, Lida Yusupova; dan aktivis muslim Cina, Rebiya Kadeer.Siapa pun calonnya, komite Nobel masih merahasiakan daftar pendek orang-orang yang layak menerima hadiah senilai Rp 12,56 miliar ini. Mereka sudah mulai bekerja sejak Februari lalu, batas akhir penerimaan nama calon. Ada 168 individu dan 23 organisasi yang dicalonkan tahun ini, yang akan diperas menjadi sebuah daftar pendek.Setelah berdiskusi dengan sejumlah penasihat, para pakar yang menguasai bidang-bidang khusus terkait dengan nama calon dalam daftar, mereka akan melakukan pemungutan suara tertutup di ruang rapat komite di Institut Nobel Norwegia, yang berada di jantung Kota Oslo, Norwegia."Mudah untuk dicalonkan, tapi sangat sukar untuk menang," kata Direktur Institut Nobel Norwegia Geir Lundestad. | AP | AFP | YAYASAN NOBEL | IWANK

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?