Pesan Abbas kepada Trump: Kami Ingin Solusi Dua Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (tengah), duduk bersama Presiden European Council, Donald Tusk (kiri), dalam pemakaman Shimon Peres, di Yerusalem, 30 September 2016.  REUTERS/Abir Sultan

    Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (tengah), duduk bersama Presiden European Council, Donald Tusk (kiri), dalam pemakaman Shimon Peres, di Yerusalem, 30 September 2016. REUTERS/Abir Sultan

    TEMPO.CO, Gaza - Presiden Palestina Mahmoud Abbas, hari ini, mendesak Israel menghentikan ekspansinya di daerah pendudukan seraya mengatakan bahwa dirinya tetap komit terhadap solusi dua negara untuk menghentikan konflik.

    Pernyataan itu disampaikan, Kamis, 16 Februari 2017, untuk menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang bakal menepis solusi dua negara antara Palestina dan Israel.

    Berita terkait:
    Trump Tinggalkan Komitmen Solusi Dua Negara Israel-Palestina

    Dalam acara jumpa pers di Washington, Trump berkata kepada Netanyahu, "Saya ingin melihat Anda menarik sedikit saja pembangunan permukiman di daerah pendudukan."

    Namun Trump mengesampingkan desakan solusi dua negara yang sudah lama menjadi kebijakan  AS soal Timur Tengah yang didukung oleh masyarakat internasional.

    "Solusi dua negara adalah komitmen AS terhadap berdirinya negara Palestina," tulis Middle Eastr Monitor, Rabu, 15 Februari 2017.

    Abbas mengatakan setuju dengan seruan Trump terhadap Israel agar menahan diri membangunan permukiman di daerah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

    "Presiden setuju dengan seruan Trump kepada Israel, termasuk masyarakat internasional agar menghentikan aktivitas di daerah pendudukan berikut di Yerusalem Timur," bunyi pernyatan kantor kepresidenan Palestina.

    Namun, tutur Abbas, dirinya tetap menekankan pada solusi dua negara.

    "Presiden Palestina menekankan komitmennya terhadap solusi du negara dan hukum internasional serta legitimasi masyarakat internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel serta berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota."

    MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.