Meresahkan, Pria Berpakaian ala Hitler di Austria Diburu Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The Duke dan Duchess of Windsor saat bertemu dengan pemimpin Jerman, Adolf Hitler di Munich, 1937. Press Association

    The Duke dan Duchess of Windsor saat bertemu dengan pemimpin Jerman, Adolf Hitler di Munich, 1937. Press Association

    TEMPO.CO, Wina - Kepolisian Austria tengah memburu seorang pria yang meniru penampilan pemimpin Nazi, Adolf Hitler, di kota kelahiran diktator itu di Braunau dengan tuduhan “mengagungkan kepribadian Hitler”.

    Koran lokal, Oberoesterreichische Nachrichten, melaporkan, penduduk setempat melihat sosok pria berpakaian seperti Hitler. Pria tersebut juga memotong rambut dan mencukur kumisnya seperti sang diktator.

    "Saya melihat pria ini di Braunau beberapa kali dan bertanya-tanya, apakah itu berarti sesuatu," kata seorang penduduk lokal di Facebook, seperti dilaporkan media.

    Baca: Khawatir Akan Kebangkitan Nazi, Rumah Kelahiran Hitler Dibongkar

    Pria misterius itu, yang masih tidak dikenal, diyakini berusia antara 25 dan 30 tahun. Dia terlihat di depan rumah kelahiran Hitler setidaknya sekali.

    Dia juga terlihat di toko buku dan majalah tentang Perang Dunia II serta dilaporkan terlihat di bar. Pria itu memperkenalkan diri sebagai “Harald Hitler”.

    Polisi, yang mengkonfirmasi laporan media, menyatakan menyadari situasi itu dan sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pria tersebut karena diduga mencoba menghidupkan kembali Nazi.

    "Mengagungkan kepribadian Hitler secara terbuka adalah kejahatan," kata juru bicara kepolisian setempat, Alois Ebner, seperti dilansir Russia Today pada 12 Februari 2017.

    Insiden itu terjadi di tengah sengketa hukum yang sedang berlangsung atas rumah kelahiran Hitler. Parlemen Austria pada Desember 2016 memaksa pemilik menjual rumah tiga lantai di Braunau am Inn kepada negara karena telah menolak tawaran sebelumnya.

    Namun wanita pensiunan itu kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi Austria pada 31 Januari 2017, mempersoalkan keabsahan keputusan parlemen.

    Pemerintah Austria telah menyewa bangunan itu sejak 1972 agar tak jatuh ke tangan simpatisan Nazi.

    Namun, pada Oktober lalu, pihak berwenang mengumumkan rencananya menghancurkan rumah masa kecil Hitler tersebut. Pemerintah khawatir rumah itu akan dijadikan sebagai situs suci bagi neo-Nazi yang ingin memberikan penghormatan kepada Hitler.

    RUSSIA TODAY | DW | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.