ISIS Buat Aplikasi Android Huroof untuk Doktrin Anak-anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huroof. newsLocker

    Huroof. newsLocker

    TEMPO.CO, Damaskus – Kelompok teroris ISIS tengah mengembangkan aplikasi Android yang memungkinkan penggunanya melakukan serangan layaknya yang terjadi pada 11 September 2001 terhadap situs-situs terkemuka di dunia, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

    Seperti yang dilansir Daily Mail pada 19 Desember 2016, ISIS membuat aplikasi Android khusus untuk mengajar anak-anak yang tinggal di Suriah dan Irak dan mendoktrin bocah-bocah polos untuk mengeja kata seperti granat dan roket.

    Baca:
    Remaja Ini Mau Bom Pasar Natal dan Gedung di Jerman, tapi...
    Buku Pelajaran ISIS untuk Anak Irak Ditemukan, Begini Isinya

    Hal itu diungkapkan oleh juru bicara tentara koalisi internasional yang memerangi ISIS, Kolonel John Dorrian, tentang aplikasi yang dinamai Huroof, yang berarti abjad atau huruf.

    Huroof dirilis belum lama ini oleh divisi propaganda ISIS atau yang disebut Library of Zeal. Bahkan aplikasi itu telah diperbarui dengan fitur-fitur tambahan, sehingga penggunanya dapat menghancurkan Big Ben di London, Patung Liberty di AS, dan Menara Eiffel di Prancis secara virtual.

    Menurut Dorrian, anak-anak yang tinggal di daerah jajahan ISIS harus menjalani proses radikalisasi setelah diajarkan tentang terorisme. “Anak-anak dapat memilih sasaran untuk diserang sebagai imbalan jika mereka menguasai ilmu yang diajarkan melalui aplikasi tersebut.

    ”Tempat sasaran tersebut adalah yang menjadi keunggulan negara Barat dan anak-anak dapat menggunakan berbagai jenis senjata termasuk pesawat komersial,” tuturnya.

    Sebelumnya, militan ISIS menyiarkan serangkaian video yang menunjukkan anak-anak mengambil bagian dalam pelaksanaan hukuman mati terhadap tahanan, termasuk penggunaan senjata.

    DAILY MAIL | INDEPENDENT | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.