Gagal Perang, Popularitas Olmert Rontok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tel Aviv: Harian Maariv yang terbit di Tel Aviv pekan lalu memuat sebuah kartun berupa gambar seorang pria duduk di meja dapur yang ditemani secangkir kopi dan koran. Tertulis di koran itu judul-judul seperti "Pelecehan Seksual", "Pembunuhan", "Kecelakaan Lalu Lintas", dan "Kekerasan". Pria itu bergumam: "Sungguh bagus, kembali normal."Itulah salah satu sindiran betapa agresi Israel tak hanya membunuh seribuan warga sipil dan melumatkan ribuan rumah serta ratusan fasilitas penting di Libanon Selatan.Popularitas pemerintah Perdana Menteri Israel Ehud Olmert yang baru berumur seratusan hari ikut runtuh. Perang selesai, tapi target utamanya tak tercapai: membawa pulang dua tentara yang diculik gerilyawan Hizbullah.Jajak pendapat yang dimuat koran Yedioth Ahronoth, Jumat pekan lalu, menunjukkan penurunan drastis tingkat kepercayaan kepada Olmert dan petinggi militernya gara-gara kegagalan perang. Jika pemilihan umum diadakan saat ini, menurut hasil jajak pendapat itu, Partai Kadima pimpinan Olmert akan kehilangan 12 kursi menjadi 17 di parlemen. Kursi Partai Buruh, mitra koalisi Kadima, juga susut delapan, menjadi 11. Adapun partai sayap kanan, Likud, akan menambah kursi dari 12 menjadi 20.Jika diadu langsung, menurut jajak pendapat itu, perdana menteri yang bakal terpilih adalah Binyamin Netanyahu, pemimpin Likud. Perbandingannya, 45 persen untuk Netanyahu dan 24 persen untuk Olmert.INDEPENDENT | AFP | JERUSALEM POST | YANTO MUSTHOFA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.