Tak Berhijab Saat di Arab Saudi, Menhan Jerman Dikecam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen, melenggang tanpa menggunakan hijab saat berbincang dengan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi, Mohnammed bin Salman al Saud. Foto: DPA

    Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen, melenggang tanpa menggunakan hijab saat berbincang dengan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi, Mohnammed bin Salman al Saud. Foto: DPA

    TEMPO.CO, Riyadh - Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen membuat marah warga Arab Saudi, setelah dirinya menolak mengenakan jilbab selama kunjungannya di negara itu.

    Ursula mengatakan bahwa dengan tidak mengenakan hijab ataupun abaya, bukan berarti dia tidak menghormati adat dan budaya Arab Saudi, namun itu merupakan haknya.

    "Tidak ada wanita dalam tim saya yang akan memakai abaya, itu hak kami untuk berpakaian dan menunjukan bahwa pria dan wanita sederajat," kata Ursula, saat menanggapi kecaman baik dari warga maupun media di Arab Saudi, 14 Desember 2016.

    Ursula mengunjungi Riyadh pada Kamis pekan lalu dalam rangka melakukan pertemuan dengan Wakil Putra Mahkota Mohammad bin Salman al Saud. Mereka membahas dukungan Jerman untuk pelatihan bagi pasukan Arab Saudi, dimana beberapa di antaranya akan melakukan perjalanan untuk belajar di negara Uni Eropa tahun depan.

    Dalam pertemuan itu, Pangeran mengenakan pakaian tradisional Arab Saudi sedangkan Ursula mengenakan setelan biru tua. Setelah cara berpakaiannya tersebar di media, beberapa orang lantas mengecamnya di media sosial.

    Seorang nitizen dengan akun bernama Hussam al-Mosawi (@hussamalmosawi) menulis di akun media sosial  Twitter, "Menteri Pertahanan Jerman dengan sengaja tidak memakai jilbab di Arab. Ini merupakan penghinaan bagi Arab Saudi!"

    Kecaman itu muncul setelah Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyerukan larangan burqa di Jerman.

    Ursula von der Leyen bukan wanita Barat pertama yang menolak untuk mematuhi kode berpakaian ketat Kerajaan. Meskipun banyak juga pejabat perempuan dunia yang mengenakan hijab saat berkunjung untuk menghormati tradisi kerajaan itu, ada pula sejumlah tokoh perempuan dunia lainnya yang bersikap sama seperti Ursula.

    Antara lain Hillary Rodham Clinton, saat menjadi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Demikian pula mendiang Putri Diana dari Kerajaan Inggris.

    Tahun lalu Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama juga menuai kecaman setelah tidak mengenakan jilbab saat mengunjungi Arab Saudi bersama suaminya, Presiden Barack Hussein Obama.

    Hal itu lantas mendapat kecaman dengan menggunakan hashtags seperti "#Michelle_Obama_Immodest" dan "#Michelle_Obama_Not_Veiled".

    THE SUN | DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.