Obama: Michelle Tak Akan Ikuti Jejak Hillary  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michelle Obama. REUTERS

    Michelle Obama. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington – Popularitas Michelle Obama ternyata lebih tinggi dibanding sang suami, Barack Obama. Hasil penelitian yang dilansir oleh Gallup menyatakan sebanyak 79 persen publik Amerika Serikat menyukai Michelle Obama.

    Namun popularitas tak membuat Michelle Obama bercita-cita menjadi Presiden Amerika Serikat. Menurut Presiden Barack Obama, hal ini tak akan terjadi. “Michelle tak akan bertanding sama sekali untuk posisi itu,” ujar Obama dalam sebuah wawancara dengan majalah Rolling Stone, seperti dilansir Gulf News pada 30 November 2016.

    Pernyataan Obama tersebut disampaikan di tengah-tengah desakan di media sosial dan beberapa anggota Demokratagar Michelle Obama mempertimbangkan masuk ke dunia politik. “Dia seorang yang berbakat sebagaimana yang saya tahu. Anda bisa lihat resonansi luar biasa bersama rakyat Amerika. Tapi saya bercanda bahwa ia terlalu berpikiran sehat untuk memasuki politik,” kata Obama.

    Keyakinan dan gaya Michelle Obama bergema kuat selama kampanye pemilihan Presiden 8 November lalu. Saat itu, ia mendukung calon dari Demokrat, Hillary Clinton. Ibu negara itu mengkritik sikap Donald Trump, calon Presiden AS dari Partai Republik yang menang dalam pemilu tersebut.

    Michelle Obama adalah pengacara lulusan Harvard University. Ia akan segera meninggalkan Gedung Putih seiring berakhirnya masa jabatan sang suami sebagai presiden pada 20 Januari 2017. Dalam beberapa kesempatan, Michelle Obama berulang kali juga menegaskan tidak akan mengikuti jejak Hillary Clinton. Hillary, yang maju menjadi calon presiden, adalah istri Presiden Amerika Serikat periode 1993-2001, Bill Clinton.

    GULF NEWS | THE HILL | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.