Hal Penting untuk Tahu Presiden AS ke-45, Hillary atau Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres AS dari Republik, Donald Trump (kiri) dan Capres Demokrat, Hillary Clinton, bertemu dalam debat kampanye presiden di UNLV di Las Vegas, Nevada, AS, 19 Oktober 2016. Ini merupakan debat terakhir mereka sebelum pemilihan. REUTERS/Mike Blake

    Capres AS dari Republik, Donald Trump (kiri) dan Capres Demokrat, Hillary Clinton, bertemu dalam debat kampanye presiden di UNLV di Las Vegas, Nevada, AS, 19 Oktober 2016. Ini merupakan debat terakhir mereka sebelum pemilihan. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Washington- Warga Amerika Serikat sedang menunggu hari pemilihan presiden AS yang diadakan pada 8 November 2016. Siapakah yang akan menjadi presiden ke-45 AS, Hillary Clinton atau Donald Trump?

    Berikut sejumlah hal penting untuk mengetahui siapa pemenang dalam pemilihan presiden AS, seperti dikutip dari Channel News Asia, 8 November 2016.

    1. Angka ajaib itu adalah 270.
    Ada 50 negara bagian plus Washington DC sebagai ibu kota negara AS. Nah, di peta pemilihan 51 wilayah pemilihan diberi warna merah dan biru. Negara bagian berwarna merah berarti pendukung Republik dan warna biru sebagai pendukung Demokrat. Donald Trump, kandidat presiden yang didukung kubu Republik. Hillary Clinton, kandidat presiden yang didukung kubu Demokrat. Setiap negara bagian memiliki sejumlah suara perwakilan (electoral vote) di Kongres dan Senat. Total seluruh suara dari seluruh negara bagian adalah 538 suara perwakilan. Untuk memenangkan pemilihan, seorang kandidat harus mendapatkan minimal 270 suara perwakilan.

    2. Drama dan kejutan.
    Kotak suara pertama ditutup di pantai timur yakni pukul 7 sore waktu setempat atau pukul 8 pagi hari Rabu, 9 November waktu Singapura. Menyusul kemudian di Georgia, South Caroline, Vermont, Indiana dan Kentucky.

    Kejutan pertama boleh jadi datang dari Georgia jika Trump kalah dan jika Virginia, yang dulu memenangkan Barack Obama pada pemilihan presiden tahun 2012.

    Setengah jam kemudian, kejutan berikutnya dapat terjadi dari negara-negara bagian yang menjadi arena pertarungan sengit dua kandidat, yakni Ohio dan North Caroline, masing-masing memiliki 18 dan 15 suara perwakilan. Ohio merupakan basis Demokrat selama ini. Adapun North Caroline selama ini cenderung memilih calon dari kubu Republik. Namun, boleh jadi dalam pemilihan presiden kali ini North Caroline menjadi mengambang.

    Dalam tempo 90 menit ke depan, akan diketahui hasil pemilihan di sekitar 30 negara bagian yang memenuhi peta pemilihan dengan warna merah dan biru.

    Baca:
    Donald Trump Lakukan 4 Hal Ini Jika Gagal Jadi Presiden AS
    Lempar Sandal ke Anak, Ibu Ini Terancam Dibui hingga 5 Tahun
    Peluang Hillary Clinton Menang Pemilu 90 Persen

    Seluruh mata kemudian tertuju ke Florida dengan 29 suara perwakilan. Di Florida, Obama memenangkan suara besar tahun 2012. Namun, dalam pemilihan tahun 2000, di Florida terjadi sengketa suara antara kandidat George Bush dan Al Gore yang berujung pada kemenangan pada Bush.

    Perhatian besar juga diarahkan ke negara-negara bagian di perairan timur AS, yakni New Hampshire dan Pennsylvania yang selama ini setia memberikan suaranya ke Demokrat. Ada 20 suara perwakilan di sini.

    Di barat, ada Arizona dan Texas__ berbatasan dengan Meksiko. Ini menjadi negara bagian yang mungkin diburu oleh Demokrat untuk menambah suara.

    Dan terakhir Colorado, Michigan, dan Wisconsin yang menjadi basis kekuatan Demokrat dengan memiliki 35 suara perwakilan, namun beberapa di antaranya kemungkinan memberikan suaranya kepada Trump.

    3. Cara menghitung suara yang masuk.
    Sejumlah TV AS akan mengumumkan pemenang di masing-masing negara bagian melalui penghitungan langsung, atau exit polls yakni menanyakan langsung ke orang-orang tentang pilihannya usai memberikan suara di kotak suara, dan berdasarkan proyeksi TV masing-masing.

    Seluruh tempat pemungutan suara akan ditutup pada pukul 8 malam waktu setempat.Setelah itu penghitungan suara berlangsung hingga menentukan pemenang sebagai presiden AS ke-45.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?