Hindu Sayap Kanan di India Rayakan Kemenangan Donald Trump  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Hindu Sena, sebuah kelompok Hindu sayap kanan, secara simbolis merayakan kemenangan calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump dalam pemilu AS di New Delhi, India, 4 November 2016. REUTERS/Adnan Abidi

    Anggota Hindu Sena, sebuah kelompok Hindu sayap kanan, secara simbolis merayakan kemenangan calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump dalam pemilu AS di New Delhi, India, 4 November 2016. REUTERS/Adnan Abidi

    TEMPO.CO, New Delhi- Sekelompok penganut Hindu di New Delhi, India merayakan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat hari ini, 4 November 2016. Sementara, pemilihan presiden di AS baru resmi diadakan pada 8 November mendatang.

    Sekelompok warga India yang merayakan lebih awal kemenangan Trump, calon presiden AS dari partai Republik, disebut berasal dari kelompok sayap kanan Hindu, yakni  Hindu Sena atau Angkatan Bersenjata Hindu.

    Baca:
    KBRI Damaskus Pulangkan 28 TKI, Dubes Djoko: Jangan Kembali
    Di Turki, Serangan Bom Warnai Penangkapan Tokoh Pro-Kurdi

    Mereka menabuh drum dan suara menggelar dari para pembicara yang  berkumpul di Jantar Mantar, New Delhi, seperti dilansir dari Reuters.

    Para Hindu Sena juga membawa poster bertuliskan " India Cinta Trump" dan "Hanya Trump Harapan Kami". Satu foto Trump berukuran besar diberi tulisan "Congratulations For Next USA President Donald Trump."

    "Kemenangan Trump dibenarkan lebih awal, sehubungan pemikirannya menentang teroris Islam dan mencintai India dan Hindu," kata Vishnu Gupta, presiden nasional Hindu Sena.

    Kelompok Hindu Sena mendukung Trump yang melarang imigran Muslim dari sejumlah negara yang dikuasai ISIS masuk AS. Trump yang saat mengunjungi acara budaya di New Jersey bulan lalu menyebut "Aku Cinta Hindu". Ucapannya itu membuat simpati para Hindu yang ada di berbagai negara.

    Perayaan kemenangan Trump oleh kelompok Laskar Hindu tidak sepenuhnya didukung oleh warga India yang ada di berbagai negara. Warga India yang sekuler atau penganut agama non-Hindu justru mendukung Hillary Clinton, calon presiden AS dari partai Demokrat.

    REUTERS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.