Perangi Obesitas, WHO Tetapkan Pajak Tinggi pada Minuman Soda

Reporter

Ilustrasi minuman bersoda. Mario Tama/Getty Images

TEMPO.COJakarta - Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terkait kebijakan fiskal untuk diet dan pencegahan penyakit menular. Dalam laporan itu disebutkan negara-negara di seluruh dunia harus memberlakukan pajak selangit pada minuman soda untuk memerangi obesitas di kalangan masyarakat.

WHO memberlakukan pajak 50 persen untuk minuman soda dan makanan yang memiliki kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi. Organisasi itu juga mendesak setiap negara membuat peraturan menjual sayuran dan buah dengan harga lebih terjangkau.

Direktur Pusat Penelitian Gizi di National Institute of Public Health, dr Juan Rivera Dommarco, mendukung kebijakan tersebut. Namun dia menyadari bahwa pemberlakuan pajak yang tinggi tidak akan menghalangi konsumen untuk membeli soda.

"Pengurangan konsumsi soda tidak akan segera terlihat hasilnya," katanya seperti dikutip Reason pada Sabtu, 15 Oktober 2016.

WHO merekomendasikan setiap negara untuk tidak memberi subsidi pada soda agar bisa dialihkan untuk sayuran dan buah-buahan agar harganya lebih terjangkau.

Di Berkeley, California, hal ini sudah diterapkan mulai tahun ini. Tapi ketetapan itu digugat oleh produsen minuman soda. Sebab, kenaikan pajak tersebut dianggap hanya untuk meningkatkan pendapatan negara, bukan untuk menekan tingkat obesitas di masyarakat.

REASON | AVIT HIDAYAT






Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

13 September 2022

Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

Sosok Muchdi Pr mendapat sorotan publik setelah peretas Bjorka membocorkan kronologis pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.


Muchdi Pr Disebut Bjorka Dalang Pembunuhan Munir, Berikut Profilnya

12 September 2022

Muchdi Pr Disebut Bjorka Dalang Pembunuhan Munir, Berikut Profilnya

Muchdi Pr merupakan Danjen Kopassus dan Deputi V BIN yang sempat berkomunikasi dengan Pollycarpus sebagai pembunuh Munir.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bjorka Ungkap Data Muchdi hingga Istana Presiden

11 September 2022

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bjorka Ungkap Data Muchdi hingga Istana Presiden

Topik tentang pembocor Bjorka membagikan tulisannya soal pembunuhan aktivis HAM Munir menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Muchdi Pr Disinggung Bjorka soal Munir, Sekjen Partai Berkarya: di Pengadilan Tak Terbukti

11 September 2022

Muchdi Pr Disinggung Bjorka soal Munir, Sekjen Partai Berkarya: di Pengadilan Tak Terbukti

Menurut Badaruddin,hacker Bjorka yang membuka kembali nama Muchdi Pr dalam kaitan kasus Munir memiliki niat tertentu.


Soal Munir, Bjorka Ungkap Data Personal Muchdi

11 September 2022

Soal Munir, Bjorka Ungkap Data Personal Muchdi

Munir adalah koordinator KontraS yang sangat vokal mengungkapkan bahwa pelaku penculikan 13 aktivis periode 1997-1998.


Minta Kejelasan Status Pelanggaran HAM Berat Munir, Kasum Datangi Komnas HAM

26 Agustus 2022

Minta Kejelasan Status Pelanggaran HAM Berat Munir, Kasum Datangi Komnas HAM

Kasum menilai Komnas HAM terlalu lambat dalam menentukan kasus pembunuhan Munir sebagai kasus Pelanggaran HAM berat.


Daftar ke KPU, Partai Berkarya Tepis Ada Konflik Internal

12 Agustus 2022

Daftar ke KPU, Partai Berkarya Tepis Ada Konflik Internal

Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono mengklaim kabar kisruh internal di tubuh partainya hanya isu belaka.


Partai Berkarya dan Partai Buruh Daftar Jadi Calon Peserta Pemilu 2024 Hari Ini

12 Agustus 2022

Partai Berkarya dan Partai Buruh Daftar Jadi Calon Peserta Pemilu 2024 Hari Ini

Partai Berkarya dan Partai Buruh mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 di KPU hari ini.


Pasien Covid-19 Jakarta Naik 735 Orang

20 Juni 2022

Pasien Covid-19 Jakarta Naik 735 Orang

Pasien Covid-19 Jakarta naik lagi sebanyak 735 orang per kemarin.


Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, 27,4 Kali Pedoman WHO

20 Juni 2022

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, 27,4 Kali Pedoman WHO

Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat karena konsentrasi PM2.5 saat ini 27,4 kali dari nilai pedoman WHO.