Rusia Buka Kembali Pangkalan militernya di Vietnam dan Kuba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur Su-30 Rusia mendarat di Pangkalan Udara Hmeymim di Suriah, 2015. Setahun yang lalu, Rusia mulai melibatkan diri dalam konflik di Suriah. sputniknews.com/Ministry of Defence of the Russian Federeation

    Pesawat tempur Su-30 Rusia mendarat di Pangkalan Udara Hmeymim di Suriah, 2015. Setahun yang lalu, Rusia mulai melibatkan diri dalam konflik di Suriah. sputniknews.com/Ministry of Defence of the Russian Federeation

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia sedang mempersiapkan pembukaan kembali pangkalan militernya di Vietnam dan Kuba. Di Suriah, Rusia segera membangun pangkalan militernya secara permanen.

    Rusia menutup pangkalan militernya di Cam Ranh Bay ,Vietnam dan di Lourdes, Cuba pada tahun 2002. Salah satu penyebabnya, Rusia saat itu mengalami masalah pengurangan anggaran militer.

    Baca:
    Inggris Larang Apple Watch Dibawa ke Rapat, Ini Penyebabnya
    Korupsi, Eks Pemimpin Partai Komunis Cina Dihukum Mati

    "Kami memikirkan kembali keputusan ini dan segera akan dilakukan," kata Deputi Menteri Pertahanan Rusia, Nikolai A. Pankov, di hadapan anggota parlemen sebelum membahas ratifikasi kesepakatan  mengenai pembangunan pangkalan militer Rusia secara permanen di Suriah, 7 Oktober 2016.

    Rusia jauh-jauh hari telah membuat kesepakatan dengan Vietnam tentang penggunaan pangkalan Cam Ranh Bay. Kesepakatan itu berisikan izin bagi kapal perang Rusia untuk berlabuh di Cam Ranh Bay dengan prosedur yang sederhana.

    Bahkan dua tahun lalu, pasukan angkatan udara Rusia sudah menggunakan pangkalan udara Vietnam.

    Sedangkan di Suriah, Rusia sedang membangun pangkalan angkatan lautnya secara permanen di Tartus. Jauh sebelumnya, Rusia sudah menggunakan Tartus untuk kapal induknya berlabuh dalam misi Laut Mediterania.

    Baca: Jerman Tangkap Terduga Teroris Asal Suriah

    "Pangkalan ini tidak hanya untuk fasilitas berlabuh, tapi juga untuk sistem komando dan pengawasan, sebagai sistem pertahanan udara. Pangkalan angkatan laut ini harus mampu sebagai tempat pertahanan dirinya dan seluruh infraskturnya. Tentu saja pangkalan ini memiliki kemampuan pertahanan anti-kapal selam," kata Leonid Slutsky, Ketua Komisi urusan Luar Negeri parlemen (Duma), seperti dikutip dari Russia Today, 7 Oktober 2016.

    Fasilitas militer di Tartus sudah berdiri sejak tahun 1977. Setelah Uni Sovyet bubar, Tartus dipakai kapal induk Rusia berlabuh dan melakukan perbaikan selama berlangsung misi Laut Mediteria. Hanya saja pangkalan itu sifatnya saat itu belum pernah.

    Rencana Rusia membuka kembali pangkalan militernya di Vietnam dan Kuba, menurut juru bicara Kremlin, Dmitri S. Peskov, dipicu perubahan suasana sejak tahun 2002.

    "Situasi global tidak statis, berubah terus. Anda lihat, dalam dua tahun terakhir telah terjadi perubahan signifikan mengenai isu internasional dan keamanan. Oleh sebab itu, sangat alami semua negara melakukan perubahan sesuai dengan kepentingan nasional mereka dan mengambil langkah pasti dan sesuai," kata Preskov.

    NEW YORK TIMES | RUSSIA TODAY | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.