Inggris Incar Markas Partai Baath di Basra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasukan Inggris berhasil mengepung Basra, Sabtu (29/3). Mereka memiliki target untuk menaklukkan markas Partai Baath, partai berkuasa di Irak saat ini. Namun, mereka menyatakan tidak terburu-buru menyerbu kota terbesar kedua itu. "Penyerangan ke markas partai Baath di Basra adalah target utama kami saat ini,"ujar Kolonel Chris Vernon di Kuwait. Vernon mengatakan, seorang pejabat senior Partai Baath saat ini sedang ditawan di Inggris dan sedang diinterogasi. Sementara itu, lanjutnya, markas besar partai itu di Basra tidak lama lagi akan "habis". Anggota pasukan Skotlandia, Resimen "Black Watch" telah menghancurkan dua patung di dalam Basra, Sabtu (29/3). Patung itu merupakan representasi Saddam Hussein. "Mereka menerobos masuk dan menghancurkan dua patung. Mereka bisa keluar masuk dengan leluasa,"kata Chris. Operasi semacam itu dirancang untuk memberikan efek psikologis kepada partai berkuasa di Irak itu. Operasi itu juga untuk menunjukkan pihak Inggris mampu keluar masuk Basra dengan bebas, tanpa halangan apapun.Vernon mengatakan, radio dan televisi di Basra tidak lagi beroperasi. Anggota Partai Baath saat ini, katanya, "Melakukan hubungan komunikasi dengan telepon, dan kami sedang merencanakan untuk menghancurkan pusat komunikasi itu." Namun, dia menekankan bahwa menguasai Basra tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. "Ini operasi militer. Kami akan lakukan menurut waktu dan rencana yang kami tentukan," ujar Chris Vernon lagi. Pasukan Inggris sebelumnya membantu penduduk Basra yang akan meninggalkan wilayahnya. Saat akan meninggalkan daerahnya tersebut, penduduk itu ditembaki oleh tentara Irak dan ditolong oleh pasukan Inggris. Ketika ditanyakan mengenai situasi kemanusiaan di dalam kota, Vernon menyatakan kehidupan tampak buruk untuk beberapa waktu sampai upaya menggulingkan Saddam berhasil. Namun dia menegaskan, penanganan krisis kemanusiaan sudah dibicarakan. "Air berfungsi dengan baik dan tersedia sebanyak 40 persen kapasitasnya. Persediaan makanan hingga satu bulan ke depan atau lebih. Krisis kemanusiaan belum terbukti saat ini. Kami berusaha memperbaiki kehidupan mereka secepat mungkin," ujar Vernon lagi. Dia menolak mengatakan berapa banyak milisi Irak yang tewas atau ditawan dalam pengepungan di Basra. Namun dia menambahkan, saat ini ada 3,000 tawanan perang di Umm Qasr, kota pelabuhan terdekat yang direbut pasukan Inggris awal minggu ini. (AFP/Yophiandi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.