Bush Minta Tambahan US$ 74,4 miliar Untuk Perang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Geoge W. Bush akan mengajukan usulan dana bagi perang di Irak. Hal itu dilakukan Bush secara formal di hadapan Kongres Amerika Serikat. Bush meminta Kongres agar secepatnya bisa menyetujui pencairan dana pertama bagi dana keseluruhan perang di Irak sebesar US$ 74,7 miliar. Dana itu, rencananya akan digunakan untuk perang dan perbaikan kondisi Irak setelah perang. "Dana tersebut merupakan dukungan bagi kemenangan perang dan mengamankan perdamaian setelah perang selesai,"ujarnya seperti dikutip pejabat di Pentagon setelah pertemuan untuk kalkulasi perang yang sedang berlangsung. Gedung Putih mengatakan, sejumlah US$ 62,6 miliar akan membantu sejumlah besar pasukan yang ditempatkan di kawasan Teluk, untuk bahan bakar kendaraan perang dan amunisi persenjataan teknologi tinggi guna penyerangan beruntun ke Irak. Dana sebesar US$ 4,24 miliar lagi akan digunakan untuk keperluan program antiteroris di dalam negeri Amerika Serikat. Sementara sejumlah US$ 5 milar sebgai bantuan bagi sekutu Amerika dan US$ 2,4 miliar lagi akan menjadi dana kemanusiaan bagi perbaikan kondisi Irak pasca perang. Sementara itu, di Teluk masih terdapat 250.000 pasukan Amerika dan 45.000 pasukan Inggris dengan didukung pasukan Australia dan Polandia yang jumlahnya sangat kecil. Dengan perhitungan pengeluaran tersebut, Bush berharap para pembuat keputusan akan meluluskan bagi dana darurat pada 11 April 2003. Ayah Geoge Walker Bush, mantan Presiden George Bush menyatakan prediksinya, dengan kondisi saat ini, penyelesaian perang, proses stabilisasi di Irak hingga penarikan pasukan akan berlaku dalam enam bulan ke depan. Namun, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Donald Rumsfeld tidak berani memastikan kapan serangan yang disebut "Opreasi Pembebasan Irak" akan berakhir. "Kita tidak bisa mengatakan kapan berakhir atau seberapa lama lagi. Kita tidak akan pernah tahu dan memang tidak bisa diramalkan,"ujarnya di Pentagon. Begitu juga dengan biaya yang harus dikeluarkan akibat perang ini. Rumsfeld menyatakan, "Bicara kebenaran, kita tidak akan tahu berapa biaya perang ini. Anda tidak bisa memprediksinya, itu memang tidak mungkin dilakukan,"ujarnya lagi. Rumsfeld menambahkan, bila masa perang sudah bisa ditentukan, maka bisa dipastikan berapa biaya yang akan keluar untuk perang itu. Beberapa analis ekonomi, seperti William Nordhaus dari Universitas Yale memperkirakan, bila perang berlangsung singkat maka biaya yang keluar sekitar US$ 120 miliar, dan US$ 1,6 triliun untuk membangun kembali selama 10 tahun. Taxpayer for Common Sense, sebuah LSM yang menjadi pengawas untuk dana nasional memperkirakan biaya perang dan pembangunan kembali Irak akan menghabiskan lebih dari US$ 110 miliar tahun ini dan lebih dari US$ 550 miliar untuk 10 tahun mendatang. Yophiandi --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.