Diserang Radang Paru, Hillary: Saya Ingin Maju dan Bertahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Bill Clinton dan Hillary, saat masih bersekolah di Yale Law School pada 1970. Pasangan ini menikah pada tahun 1975, yang memiliki anak bernama Chelsea Clinton. dailymail.co.uk

    Pasangan Bill Clinton dan Hillary, saat masih bersekolah di Yale Law School pada 1970. Pasangan ini menikah pada tahun 1975, yang memiliki anak bernama Chelsea Clinton. dailymail.co.uk

    TEMPO.CONew York - Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Rodham Clinton, menyatakan penyakit yang diidapnya bukan masalah besar. Ahad lalu, Clinton yang tengah menghadiri peringatan 15 tahun tragedi 11 September terpaksa meninggalkan acara karena sakit dan didiagnosis menderita radang paru atau pneumonia.

    Clinton berujar, meski dia merasakan pusing luar biasa dan kehilangan keseimbangannya saat menghadiri acara itu, dia tidak kehilangan kesadarannya. Seperti dikutip dari kantor berita CNN International, Rabu, 14 September 2016, Clinton menyatakan dia merasa jauh lebih baik dibanding saat peristiwa tersebut terjadi.

    Baca: Didiagnosis Radang Paru, Hillary Clinton Diduga Diracun

    "Sebelum peristiwa itu, saya diharuskan beristirahat lima hari. Hal itulah yang dikatakan mereka kepada saya, Jumat lalu. Namun saya tidak mengikuti nasihat itu," kata Clinton. "Saat ini, saya hanya ingin ini segera berakhir dan selesai, sehingga saya bisa kembali menjejakkan kaki saya secepat mungkin," ujar wanita 68 tahun itu, menambahkan.

    Clinton terpaksa meninggalkan upacara peringatan 15 tahun tragedi 11 September yang digelar di monumen peringatan Ground Zero, New York. Menurut video yang beredar di Twitter, Hillary tampak diapit agen Secret Service saat berjalan menuju ke dalam mobil van hitam. Clinton sempat terjatuh dan langsung dipapah agen rahasia itu ke dalam mobil.

    Baca: Tak Percaya Hillary Clinton Cepat Pulih, Ini Kata Pro Trump

    Clinton mengaku, ia mulai batuk pada pekan lalu dan mengaku batuknya ini akibat alergi. Dia sempat melontarkan candaan dengan berujar bahwa batuknya disebabkan oleh pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump. Saat itu, Clinton menduga dia mengalami alergi karena, berdasarkan pengalaman, ia kerap mengalami batuk yang sama saat musim semi dan musim gugur.

    Jumat kemarin, Clinton pun berobat ke dokter pribadinya, dan saat itu dia didiagnosis menderita radang paru atau pneumonia. Dia merasa penyakitnya tersebut bukan masalah besar. "Seharusnya, saya beristirahat saat itu. Mungkin akan lebih baik membatalkan jadwal saya sejak Jumat lalu. Namun, seperti orang kebanyakan, saya hanya ingin terus maju dan bertahan, tapi ini tidak berjalan dengan baik," katanya.

    CNN INTERNATIONAL | ANGELINA ANJAR SAWITRI

    Baca Juga
    Dituduh Menyetir & Menguasai Mario Teguh, Ini Reaksi Linna
    Reza & Istri Gatot Diduga Ikut Pesta Makanan Jin, Benarkah?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?