Korut Ancam Tembakkan Nuklir Saat AS-Korsel Latihan Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Washington-Latihan perang besar-besaran Amerika Serikat bersama Korea Selatan di perairan Semenanjung Korea mulai hari Senin, 22 Agustus 2016 menimbulkan amarah Korea Utara dengan mengancam akan memuntahkan senjata nuklirnya.

    "Korea Utara akan mengubah benteng provokasi menjadi tumpukan debu melalui serangan nuklir pencegahan ala Korea jika Amerika Serikat dan Korea Selatan menunjukkan sedikit saja tanda agresi selama latihan perang," kata juru bicara militer Korea Utara yang dikutip media resmi negara itu, KCNA.

    Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye menanggapi ancaman Korea Utara dengan mengatakan rezim Korea Utara telah melanjutkan tekanannya kepada rakyatnya dengan menebarkan teror seraya mengabaikan kehidupan bagi rakyatnya.

    "Korea Selatan menyiapkan segala kemungkinan atas provokasi Korea Utara," kata Park dalam pertemuan di Dewan Keamanan Nasional, Senin, 22 Agustus 2016 seperti dikutip dari CNN.

    Latihan perang militer AS dan Korea Selatan  yang berlangsung setiap tahun yang dinamai Ulchi Freedom Guardian (UFG) berlangsung dari Senin, 22 Agustus 2016 hingga 2 September 2016. Sebanyak 75 ribu pasukan dilibatkan termasuk 25 ribu pasukan AS.

    "UFG didisain untuk meningkatkan kesiapan sekutu, melindungi wilayah dan merawat stabilitas di Semenanjung Korea," kata Komisi Komandan Gencatan Senjata Militer PBB (UNCMAC) dalam pernyataan tertulisnya seperti dikutip dari Korea Times.

    Dalam latihan militer tahun ini, sembilan negara anggota Komando PBB yang bermarkas di Korea Selatan akan bergabung dalam latihan militer yang terkomputerisasi. Kesembilan negara itu adalah Australia, Kanada, Kolombia, Denmark,Prancis, Italia, Filipina, Inggris, dan Selandia Baru.

    Pengamat Komisi Pengawasan Negara-negara Netral juga akan berpartisipasi dalam latihan ini untuk memastikan latihan ini sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata antara dua Korea.

    Ketua Korea di Pusat Kajian Strategi dan Studi Internasional di Washington, Victor Cha mengatakan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un  semakin agresif dan lebih provokatif dibandingkan ayahnya, Kim Jong il.

    KOREA TIMES | CNN | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.