PBB Waspadai Serangan ISIS di Olimpiade Rio  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Brasil memasuki gerbong kereta api saat melakukan simulasi penanganan serangan teroris di stasiun kereta api jelang Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 16 Juli 2016. REUTERS/Bruno Kelly

    Tentara Brasil memasuki gerbong kereta api saat melakukan simulasi penanganan serangan teroris di stasiun kereta api jelang Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 16 Juli 2016. REUTERS/Bruno Kelly

    TEMPO.CORio De Janeiro - Pakar keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tengah merencanakan teror dengan menargetkan Olimpiade Rio di Brasil. Kelompok teror ini diprediksi akan menyiapkan "bom kotor" atau bom dengan materi radioaktif.

    Hal tersebut ditandai dengan pengiriman beberapa pakar keamanan dari PBB dan peralatan canggih ke Brasil untuk membantu memerangi segala sesuatu yang berpotensi menjadi ancaman serius dari kelompok tersebut.

    Laman Mirror melaporkan pada 31 Juli 2016 bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menyediakan monitor radiasi pribadi dan pemindai portabel untuk digunakan para petugas di semua cabang olahraga yang akan dimulai pada Jumat pekan ini.

    Baca: Lewat Majalah, ISIS Ancam Hancurkan Kaum Nasrani

    Hal itu juga dilakukan menyusul laporan dari kepala anti-terorisme Brasil yang percaya bahwa ada "ancaman yang nyata" dari ISIS yang ditargetkan pada Olimpiade Rio.

    Luiz Alberto Sallaberry mengatakan ancaman telah meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir dengan adanya serangan di seluruh Eropa. Dia menambahkan, ada peningkatan jumlah warga negara Brasil yang diduga bersimpati terhadap teroris tersebut.

    Pada Juni lalu, terdapat laporan dari beberapa ahli nuklir dunia bahwa kini serangan teror "bom kotor" mungkin lebih mudah dilakukan. ISIS dilaporkan juga tengah berusaha merebut bahan nuklir yang akan digunakan untuk menyerang Eropa. 

    Beberapa kali kelompok tersebut didapati menggunakan senjata kimia saat melakukan penyerangan di Irak dan Suriah. 

    Baca: Paus Fransiskus: Islam Tidak Terkait Kekerasan Terorisme 

    Kekhawatiran akan "bom kotor" meningkat menyusul serangan di Brussels beberapa waktu lalu, yang diklaim para penyerangnya mencoba mendapatkan bahan nuklir sehingga mereka bisa membangun bom sendiri.

    "Bom kotor" atau perangkat penyebaran radiologi (RDD) adalah senjata yang menggabungkan bahan radioaktif dengan bahan peledak konvensional.

    THE SUN | MIRROR | DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.