Ermera Rusuh, Seorang Polisi Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dili:Seorang polisi Timor Leste dari satuan elite Unidade Intervensaun Rapida (UIR) tewas. Satu orang lagi menderita luka parah menyusul aksi penyerangan oleh kelompok pemuda di Gleno,Kabupaten Ermera, Senin siang.Insiden ini terjadi usai perwakilan massa yang berasal dari 10 distrik di bagian barat negara itu. Distrik Gleno, Ermera, berada sekitar 60 kilometer dari Kota Dili. Massa datang hendak menyampaikan sikap menyangkut regionalisasi di hadapan Sekretaris Negara Regional III, Isidio de Jesus.Usai membacakan pernyataan sikap, sejumlah pemuda secara tiba-tiba menyerang anggota UIR. Akibatnya, dua di antara lima polisi mengalami luka-luka serius dan dirawat di Rumah Sakit Ermera. Namun, beberapa saat kemudian satu di antara dua korban luka-luka tewas. Kedua korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Nasional Dili.Ernesto Fernandes alias Dudu, mantan komandan Falintil yang ikut menenangkan massa mengatakan, sebelum diserang lima anggota UIR itu terlebih dahulu disandera para pemuda. Dudu bersama Komandan Operasi Kepolisian TL, Inspektur Isamel Babo, dan pastor paroki setempat, Romo Adriano Ola Durin, mengaku kewalahan menahan keinginan massa yang menyerang kedua anggota UIR itu."Massa mengatakan, satu di antara anggota UIR itu dikenal sangat brutal ketika menenangkan massa yang berdemonstrasi, Jumat lalu di Dili. Menurut para demonstran, anggota UIR terlihat sangat aktif menembak para demonstran ketika terjadi kerusuhan 28 April lalu," jelas Dudu.Selain menewaskan satu anggota UIR, massa juga merusak mobil dinas sekretaris regional setempat, mobil pastor paroki dan mobil dinas bupati Ermera. "Saat itu, kami memang kewalahan membendung massa yang beringas," kata Dudu lagi.Massa baru bisa dibubarkan ketika sejumlah anggota polisi lainnya mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.Menurut Dudu, massa dari 10 kabupaten yang kini tengah berkonsentrasi di Ermera menuntut pemerintah dan Presiden Timor Leste untuk melakukan investigasi terhadap sejumlah orang sipil yang menggunakan senjata ketika terjadi kerusuhan di Dili, Jumat 28 April silam."Jika masih ada orang sipil bersenjata, bagaimana para pengungsi bisa kembali ke Dili. Siapa yang membagikan senjata kepada orang-orang sipil itu? Itu yang harus diinvestigasi," tanya Dudu.Mateus Gomes, dosen Universitas Timor Lorosae yang ikut mengungsi bersama keluarganya ke Ermera mengatakan, kerusuhan itu sempat membuat para pengungsi ketakutan. "Ada pengungsi yang terpaksa melarikan diri dan menjauhi kota Gleno begitu terjadi aksi pelemparan dan penusukan anggota UIR," kata Mateus.Alexandre Assis

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.