Abu Mayat Bisa Pancing Ikan 81 Kg, Pria Ini Membuktikannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Desmond Boylan

    REUTERS/Desmond Boylan

    TEMPO.CO, Bangkok - Dua mata kail berhasil menangkap ikan mas raksasa seberat 81 kilogram menggunakan umpan yang diracik dari abu mayat. Paul Fairbrass, 65 tahun, dan Cliff Dale, 65 tahun, memancing ikan itu dengan umpan abu mayat rekan mereka, Ron Hopper, yang meninggal akibat kanker.

    Fairbrass mengatakan, mereka bertiga yang menetap di Inggris berencana berlibur sambil memancing di Jurassic Mountain Resort and Fishing Park di Thailand. Namun Hopper, 65 tahun, didiagnosis menderita kanker dan meninggal pada Desember tahun lalu.

    Menurut Fairbrass, ketika dirawat, Hopper ingin abu mayatnya ditabur di resor tersebut karena sangat suka memancing. Namun Fairbrass menyarankan abu mayat Hopper dijadikan umpan menangkap ikan raksasa di situ. "Hopper tertawa. Dia sangat menyukai ide saya itu," ucap Fairbrass kepada Fox News, 28 April 2016.

    Fairbrass dan Dale yang memancing di resor itu baru-baru ini selama tiga jam berusaha menarik ikan mas raksasa itu. "Kami sangat gembira karena berhasil menangkap ikan ini. Saat yang sama, kami terharu karena Hopper turut membantu kami," ujarnya.

    Hopper meninggal pada 22 Desember 2015 dan dikremasi tiga minggu kemudian. Istrinya, Judith, mengambil setengah abunya dan membuangnya ke sebuah pantai di Grenada, Karibia. Sedangkan teman-temannya mengambil setengah abu lain.

    Fairbrass dan Dale mendapatkan izin dari maskapai yang membawa mereka terbang ke Negeri Gajah Putih untuk membawa abu di pesawat dalam wadah tertutup. Mereka harus menunggu sampai tiba di Thailand untuk meracik umpan campuran abu mayat itu.

    TELEGRAPH | FOX NEWS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.