Bom Lahore, Belasungkawa dan Simpati Dunia untuk Pakistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa korban tewas ledakan bom di area parkir taman Gulshan e Iqbal Park di Lahore, Pakistan, 27 Maret 2016. Korban tewas akibat ledakan bom tersebut sedikitnya mencapai 65 orang. AP/K.M. Chuadary

    Petugas membawa korban tewas ledakan bom di area parkir taman Gulshan e Iqbal Park di Lahore, Pakistan, 27 Maret 2016. Korban tewas akibat ledakan bom tersebut sedikitnya mencapai 65 orang. AP/K.M. Chuadary

    TEMPO.COLahore - Hampir seluruh masyarakat dunia memberikan ucapan dukacita dan simpati kepada Pakistan menyusul serangan bom bunuh diri di Kota Lahore, yang menewaskan 72 orang dan melukai lebih dari 300 orang lain, Ahad petang waktu setempat, 27 Maret 2016.

    Sejumlah pemimpin negara, tokoh masyarakat, dan pribadi bergabung bersama ribuan orang lain berdoa untuk para korban ledakan di Asia Selatan tersebut.

    Perdana Menteri India Narendra Modi adalah pemimpin negara pertama yang mengutuk serangan melalui akun Twitter untuk rekannya di Pakistan, Perdana Menteri Nawaz Sharif. Selain itu, Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menyampaikan simpatinya.

    Baca juga: Identitas Pengebom Lahore di Pakistan Terungkap

    "Saya mengutuk keras ledakan di Lahore. Saya turut berbelasungkawa terhadap keluarga korban dan berdoa untuk mereka," bunyi Twitter PM Modi. "Menyusul serangan di Lahore, Pakistan, saya menyampaikan solidaritas bagi rakyat Pakistan dari rakyat Prancis atas peristiwa menyakitkan," tulis Presiden Hollande.

    Adapun PM Cameron menulis, "Saya terkejut atas serangan teroris di Lahore. Pikiran saya bersama keluarga dan rekan-rekan korban. Kami akan melakukan apa yang bisa dapat untuk membantu."

    Para calon Presiden Amerika Serikat, John Kasich, Donald Trump, Ted Cruz, Bernie Sanders, dan Hillary Clinton, serempak menentang serangan yang dilakukan ekstremis Taliban tersebut.

    TIME | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.