Dituding Propaganda Teror, 3 Ilmuwan Turki Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencoba mengevakuasi seorang pria yang tergelatk di jalanan usai terjadinya ledakan bom mobil di pusat ibu kota Turki, Ankara, 13 Maret 2016. Turki terus dihantui sejumlah aksi ledakan bom bunuh diri yang menargetkan warga sipil. REUTERS

    Warga mencoba mengevakuasi seorang pria yang tergelatk di jalanan usai terjadinya ledakan bom mobil di pusat ibu kota Turki, Ankara, 13 Maret 2016. Turki terus dihantui sejumlah aksi ledakan bom bunuh diri yang menargetkan warga sipil. REUTERS

    TEMPO.CO, Ankara - Kantor berita pemerintah Turki, Anadolu, melaporkan bahwa pengadilan di Istanbul menuduh tiga akademikus telah menyebarkan propaganda teroris dan memerintahkan otoritas menahannya hingga proses peradilan.

    Penahanan tiga ilmuwan itu berlangsung pada Selasa, 15 Maret 2016, atau sehari setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan siapa pun yang mendukung gerakan terorisme dan teroris dianggap melawan hukum, termasuk anggota parlemen, akademikus, dan jurnalis.

    Tiga ilmuwan ini bagian dari seribu akademikus yang pada Januari 2016 meneken deklarasi menolak operasi militer terhadap pemberontak Kurdi. Deklarasi itu membuat Erdogan marah dan meminta mereka diproses secara hukum.

    Sebelum ditahan pada Selasa, 15 Maret 2016, ketiga ilmuwan mengadakan jumpa pers beberapa pekan lalu dengan menyatakan mereka berdiri di belakang deklarasi yang dibuat para ilmuwan.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN   



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.