10 Kota di Dunia Ini Paling Murah untuk Ditinggali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi India memakai masker untuk melindungi diri dari gas buang lalu lintas di persimpangan sibuk di Bangalore, India, 6 April 2015. Perdana Menteri Narendra Modi mendesak warga India untuk mengurangi limbah dan melestarikan sumber daya alam untuk mencegah bencana lingkungan. AP/Aijaz Rahi

    Polisi India memakai masker untuk melindungi diri dari gas buang lalu lintas di persimpangan sibuk di Bangalore, India, 6 April 2015. Perdana Menteri Narendra Modi mendesak warga India untuk mengurangi limbah dan melestarikan sumber daya alam untuk mencegah bencana lingkungan. AP/Aijaz Rahi

    TEMPO.COJakarta - Economist Intelligence Unit (EIU) merilis laporan yang diberi judul “Biaya Hidup di Seluruh Dunia”. Laporan tahunan ini berisi peringkat kota-kota di seluruh dunia dari aspek biaya hidup, paling mahal atau paling murah.

    Sebagaimana dikutip dari laman Independent, setelah menganalisis berbagai data—dari biaya makanan, bahan bakar, sampai gaji—EIU menentukan peringkat kota yang paling mahal dan murah untuk ditinggali. Berikut daftar kota paling murah untuk ditinggali menurut EIU:

    10. Caracas, Venezuela - EIU mengatakan penerapan beberapa nilai tukar telah membuat harga segala sesuatu di Caracas hampir tidak ada. EIU menambahkan kesulitan ekonomi di Venezuela telah disorot sebagai dampak dari adanya beberapa nilai tukar tersebut.

    9. Damascus, Suriah - Kota yang dilanda perang ini masuk dalam peringkat biaya hidup sangat rendah karena ketidakstabilan geopolitik. Yang tersisa dari kota adalah reruntuhan setelah hampir lima tahun perang saudara.

    8. New Delhi, India - New Delhi mungkin adalah kota paling mahal di India untuk ditinggali, tapi kota ini masuk peringkat 10 teratas sebagai kota dengan biaya hidup termurah di dunia karena biaya makanan dan biaya hidup sehari-hari sangat bergantung pada besaran gaji.

    7. Karachi, Pakistan - Biaya makanan, transportasi, dan hiburan relatif murah. Perumahan juga sangat murah, sebagian karena tingkat kejahatan yang tinggi.

    6. Chennai, India - Kota ini memiliki area metropolitan yang maju, tapi sekitar 30 persen penduduk kota tinggal di daerah kumuh.

    5. Algiers, Aljazair - Ibu Kota nasional yang terkenal dengan bangunan putih, tapi permukiman yang kumuh dan padat membuat harga turun. Makanan, transportasi, dan perumahan, semua super murah.

    4. Almaty, Kazakhstan - Rumah sulit didapat, tapi ada banyak apartemen. Dan karena penggunaan perabotan dikendalikan oleh jaringan pusat, Anda tidak akan punya pilihan ketika pemanas Anda dimatikan. Biaya hidup di kota ini menjadi sangat rendah.

    3. Mumbai, India - Ini adalah kota terpadat di India dengan 18,4 juta penduduk, juga menjadi tempat tinggal para miliarder dan jutawan di negeri ini. Namun makanan, transportasi, dan biaya perumahan relatif murah.

    2. Bangalore, India - Kota ini dikenal sebagai ibu kota IT dari India, berkembang cepat menjadi lebih kosmopolitan. Namun biaya hidup bergantung pada upah, dan kebutuhan hidup sangat terjangkau.

    1. Lusaka, Zambia - Ibu kota dan kota terbesar di negara ini. Lusaka juga menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan. Kota menuntut biaya hidup yang sangat murah bagi penduduk setempat. Namun, jika Anda adalah seorang ekspatriat, biaya akomodasi, transportasi, dan sekolah bisa sangat tinggi.

    INDEPENDENT.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.