Badai Dubai, Turis Indonesia Batal Terbang ke Yordan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat terlihat saat terjadi badai pasir di ajang Dubai Airshow, Minggu (17/11). REUTERS/Ahmed Jadallah

    Sebuah pesawat terlihat saat terjadi badai pasir di ajang Dubai Airshow, Minggu (17/11). REUTERS/Ahmed Jadallah

    TEMPO.CO, Dubai - Uni Emiat Arab dihantam hujan lebat disertai badai yang menyebabkan banjir di hampir seluruh wilayah negeri itu, tak terkecuali Dubai, Rabu, 9 Maret 2016. Peristiwa ini menyebabkan lapangan terbang, sekolah, dan gedung perkantoran ditutup sejak pagi waktu setempat.

    Sejumlah video berisi gambar-gambar dramatis di jejaring media sosial memperlihatkan empasan badai disertai petir menyambar serta banjir melumat Ibu Kota Abu Dhabi dan Dubai. Otoritas setempat mengumumkan bahwa semua jadwal penerbangan terpaksa ditunda, sekolah dan perkantoran ditutup, dan warga diminta tetap tinggal di rumah.

    Operator bandar udara internasional Dubai dalam keterangannya kepada media mengatakan, "Jadwal penerbangan di dua bandara internasional ditunda sambil menunggu cuaca bagus, tapi operasi bandara secara keseluruhan tidak terpengaruh," ucapnya seperti dikutip Al Arabiya News, Rabu, 9 Maret 2016.

    Akibat penundaan tersebut, rombongan wisatawan Indonesia yang sedianya terbang menuju Yordania setelah mengunjungi Israel terpaksa harus bersabar. Di antara rombongan tersebut adalah Tody Santoso bersama istrinya.

    Dia mengatakan, "Rombongan kami 28 orang. Namun masih ada satu bus lagi sedang menuju bandara untuk terbang ke Yordania."

    Tody menambahkan, menurut kabar, rombongan dari Indonesia diminta operator penerbangan menginap di hotel airport. "Kemungkinan kami akan terbang pukul 02.00 waktu Dubai menuju Yordania," ucap Tody kepada Tempo, Rabu, 9 Maret 2016.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN
     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.