Ini Kenapa Ujian Masuk Tentara India Diharuskan Telanjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan tentara India hanya menggunakan celana dalam saat mengerjakan ujian. ndtv.com

    Ratusan tentara India hanya menggunakan celana dalam saat mengerjakan ujian. ndtv.com

    TEMPO.COJakarta - Peristiwa aneh sekaligus menggelikan terjadi pada ujian penerimaan anggota militer di India. Pasalnya, para peserta diwajibkan tidak mengenakan pakaian selama pelaksanaan tes tertulis.

    Hanya mengenakan celana dalam, sebanyak 1.100 pemuda mengikuti ujian tersebut di Muzaffarpur, Bihar, pada Minggu, 28 Februari 2016. Dalam pernyataannya, pihak penyelenggara mengatakan bahwa aturan tersebut dibuat untuk menghindari para peserta menyontek.

    Komandan militer wilayah Muzaffarpur, Kolonel V.S. Godhara, mengatakan, "Saya berhak melakukan semua tindak pencegahan yang diperlukan. Pada tes tertulis tahun lalu, didapati beberapa kecurangan dalam ujian oleh peserta dengan menyembunyikan kertas sontekan dan ponsel di rompi dan pakaian mereka," kata Godhara.

    Pernyataan tersebut dibuat menyusul adanya reaksi dari Menteri Pertahanan yang menanyakan gambar-gambar yang tersiar luas di seluruh negeri dan menjadi viral di media sosial kepada Kepala Angkatan Darat India Jenderal Dalbir Singh Suhaag.

    "Rompi itu juga," ujar pemeriksa ketika para pencari kerja melepas kemeja dan celana panjang mereka, seperti dilansir NDTV.

    Harishambhu Kumar, 21 tahun, yang mengikuti ujian untuk pertama kalinya, mengatakan, "Kami digeledah kemudian diantar ke sebuah kandang. Lalu perwira militer meminta kami melepaskan semua pakaian, kecuali celana dalam. Tentara mengatakan itu untuk mencegah kecurangan, jadi saya sudah terbiasa untuk itu," tutur Kumar.

    Para kandidat kemudian duduk bersila di tanah dan menggunakan paha mereka sebagai meja untuk ujian selama satu jam. Beberapa peserta mengeluh karena merasa kedinginan dan tidak nyaman, tapi mereka tidak punya pilihan lain.

    Pemerintah sedang mempertimbangkan tes komputerisasi untuk menghilangkan kecurangan atau penyontekan jawaban yang sangat masif terjadi di kalangan pelajar India. Tahun lalu, gambar kecurangan massal yang melibatkan siswa kelas X menjadi berita utama internasional. Orang tua, kerabat, dan orang lain terlihat memanjat dinding pusat ujian untuk menyodorkan potongan-potongan kertas kepada para siswa.

    Pada Januari, menjelang ujian nasional, pemerintah Bihar mengumumkan denda sebesar 20 ribu rupee bagi siswa yang tertangkap melakukan kecurangan dan akan dipenjara jika kerabat mereka tertangkap ikut membantu. Negara juga telah memerintahkan pengadaan kamera CCTV di ruang-ruang kelas dan live streaming dari beberapa pusat ujian.

    NDTV | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.