Bank Cina Bekukan Rekening Warga Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menonton program berita TV terkait rencana peluncuran roket Korea Utara, di Stasiun Seoul Railway, Korea Selatan, 3 Februari 2016. Korea Selatan mendesak Korea Utara membatalkan peluncuran roket yang sebentar lagi dilakukan. Korsel memperingatkan bahaya yang akan menimbulkan ancaman besar terhadap perdamaian dan keamanan dunia. AP/Ahn Young-joon

    Warga menonton program berita TV terkait rencana peluncuran roket Korea Utara, di Stasiun Seoul Railway, Korea Selatan, 3 Februari 2016. Korea Selatan mendesak Korea Utara membatalkan peluncuran roket yang sebentar lagi dilakukan. Korsel memperingatkan bahaya yang akan menimbulkan ancaman besar terhadap perdamaian dan keamanan dunia. AP/Ahn Young-joon

    TEMPO.COBeijing - Beberapa bank Cina, termasuk Bank Industri dan Komersial Cina (ICBC), yang beroperasi di dekat perbatasan dengan Korea Utara, membekukan rekening milik warga Korea Utara.

    Laporan media Cina, Dong-A Ilbo, pada 22 Februari 2016, menyebutkan, sejak akhir Desember lalu, ICBC menggantung semua deposito dan transfer mata uang asing di dalam serta luar negeri dari rekening yang terdaftar di Pyongyang.

    "ICBC telah menghentikan semua deposito dan transfer dari semua mata uang, termasuk yuan Cina dan dolar AS, dari rekening bank di Korea Utara," surat kabar itu memberitakan dengan mengutip percakapan telepon seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya dari ICBC cabang Dandong.

    Seorang pengusaha Cina yang mengimpor mineral Korea Utara dalam laporan itu juga mengatakan bank Cina lain juga berhenti mengambil deposito dan melakukan jasa transfer untuk rekening yang dimiliki warga Korea Utara.

    Dandong merupakan “rumah” bagi banyak pedagang Cina yang berbisnis dengan Korea Utara dan pengusaha Korea Selatan. Dandong juga rumah bagi misionaris Kristen Korea Selatan dan Barat yang beroperasi di Korea Utara.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, ketika dimintai komentar mengenai berita tersebut mengatakan pemerintah belum mengetahui penutupan rekening warga Korea Utara oleh beberapa bank Cina. 

    "Saya tidak tahu soal itu," ujar Hua, seperti dilansir Yonhap, pada 22 Februari 2016.

    Sebelum ini, Washington dan Seoul mencari dukungan dari Beijing yang merupakan sekutu utama Pyongyang untuk menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korea Utara setelah meluncurkan roket pada 7 Februari serta tes nuklir bulan lalu.

    REUTERS | YONHAP | KOREA TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.