Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pemberontak Kurdi Bantah Terlibat Seragan Bom Ankara

image-gnews
Petugas kebakaran melakukan upaya pemadaman di sekitar lokasi ledakan bom di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. Ledakan bom dahsyat diketahui berasal dari bom mobil yang menghantam kendaraan militer Turki saat berhenti di lampu lalu lintas pada jam sibuk. REUTERS
Petugas kebakaran melakukan upaya pemadaman di sekitar lokasi ledakan bom di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. Ledakan bom dahsyat diketahui berasal dari bom mobil yang menghantam kendaraan militer Turki saat berhenti di lampu lalu lintas pada jam sibuk. REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin sayap politik  YPG membantah bahwa kelompoknya berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) menjadi otak serangan bom Ankara. YPG merupakan milisi Kurdi Suriah yang didukung Amerika Serikat dalam memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah Utara.

YPG juga menyatakan  bahwa Turki telah menggunakan serangan bom tersebut sebagai pembenaran untuk meningkatkan pertempuran di Suriah utara.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menuduh pemberontak Kurdi Suriah bekerja sama dengan milisi Kurdi di Turki mendalangi serangan bom mobil bunuh diri yang menewaskan 28 orang di ibukota Ankara.

"Kami benar-benar menyangkal itu. Davutoglu sedang mempersiapkan untuk sesuatu yang lain karena mereka menembaki kami seperti yang Anda tahu selama seminggu terakhir," kata Saleh Muslim, salah satu pemimpin YPG, kepada Reuters melalui telepon.

Turki mengatakan penembakan ke posisi YPG adalah respon, layaknya tembakan pada musuh yang datang melintasi perbatasan Turki, sesuatu yang Muslim juga sangkal. "Saya dapat meyakinkan Anda bahkan tidak satu peluru ditembakkan oleh YPG ke Turki. Mereka (YPG) tidak menganggap Turki sebagai musuh," ujar Muslim.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara itu salah satu pimpinan PKK, Cemil Bayik, dikutip dari laman Reuters mengatakan ia tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas serangan bom Ankara. Tapi serangan itu, bisa jadi adalah pembantaian pada Kurdistan, merujuk pada wilayah Kurdi yang mencakup bagian dari Turki, Suriah, Irak dan Iran.

Korban tewas akibat serangan bom mobil di ibukota Turki Ankara dilaporkan telah mencapai 28 orang.

REUTERS | MECHOS DE LAROCHA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Peta Persaingan Grup F Piala Eropa 2024, Portugal Menanti Keajaiban Tarian Terakhir Cristiano Ronaldo

1 hari lalu

Pemain timnas Portugal, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Timnas Irlandia dalam pertandingan persahabatan di Aveiro Municipal Stadium, Aveiro, Portugal, 11 Juni 2024. REUTERS/Rodrigo Antunes
Peta Persaingan Grup F Piala Eropa 2024, Portugal Menanti Keajaiban Tarian Terakhir Cristiano Ronaldo

Piala Eropa 2024 akan menjadi tarian terakhir mega bintang Portugal Cristiano Ronaldo. Bagaimana peta persaingan, jadwal pertandingan, dan skuadnya?


Rusia Sambut Baik Kabar Turki Tertarik Bergabung BRICS

10 hari lalu

Para delegasi menghadiri sesi pleno saat Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidatonya secara virtual pada KTT BRICS 2023 di Sandton Convention Center di Johannesburg, Afrika Selatan pada 23 Agustus 2023. GIANLUIGI GUERCIA/Pool via REUTERS
Rusia Sambut Baik Kabar Turki Tertarik Bergabung BRICS

Kremlin menyambut baik ketertarikan Turki untuk bergabung dengan BRICS, yang diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.


Pembantaian di Kamp Pengungsian Rafah, Berbagai Negara Semprit Israel

16 hari lalu

Pray for Rafah, All Eyes on Rafah. Foto: Instagram
Pembantaian di Kamp Pengungsian Rafah, Berbagai Negara Semprit Israel

Menurut PRCS, banyak orang di dalam tenda "dibakar hidup-hidup". Pembantaian di kamp pengungsi Rafah mengundang reaksi keras dunia terhadap Israel.


Menlu Turki: Makin Banyak yang Akui Negara Palestina, Israel Makin Terkucil

22 hari lalu

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menghadiri pertemuan, di VIA Riyadh di Riyadh, Arab Saudi, 29 April 2024. REUTERS/Hamad I Mohammed
Menlu Turki: Makin Banyak yang Akui Negara Palestina, Israel Makin Terkucil

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan semakin besarnya pengakuan terhadap Palestina sebagai negara, akan mengucilkan Israel


Kejar Target Perdagangan, Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Sektor Bisnis dengan Turki

23 hari lalu

Sejumlah warga terlihat mengunjungi pasar di distrik Eminonu, Istanbul, Turki, saat wabah virus Corona masih terjadi. Reuters
Kejar Target Perdagangan, Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Sektor Bisnis dengan Turki

Indonesia mendorong peningkatan interaksi antara para pelaku bisnis guna mewujudkan target perdagangan kedua negara sebesar Rp160 triliun


Divonis 8 Tahun Penjara, Sutradara Mohammad Rasoulof Kabur dari Iran

32 hari lalu

Sutradara Mohammad Rasoulof. REUTERS/Annegret Hilse
Divonis 8 Tahun Penjara, Sutradara Mohammad Rasoulof Kabur dari Iran

Sutradara film Iran Mohammad Rasoulof mengatakan telah meninggalkan Iran setelah dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan keamanan nasional


Erdogan: 1.000 Anggota Hamas Dirawat di RS Turki

32 hari lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan menghadiri konferensi pers dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz (tidak dalam gambar) di Kanselir di Berlin, Jerman, 17 November 2023. REUTERS/Liesa Johannssen
Erdogan: 1.000 Anggota Hamas Dirawat di RS Turki

Erdogan mengatakan lebih dari 1.000 anggota Hamas dirawat di rumah sakit di Turki.


Percobaan Pembunuhan Paus Yohanes Paulus II 43 Tahun Lalu, Misteri Motif Mehmet Ali Agca

32 hari lalu

Paus Yohanes Paulus II menemui pembunuhnya, Mehmet Ali Agca di penjara Rebibbia, Roma, Italia pada 27 Desember 1983. [MIRROR.CO.UK]
Percobaan Pembunuhan Paus Yohanes Paulus II 43 Tahun Lalu, Misteri Motif Mehmet Ali Agca

Pada 13 Mei 1981, Mehmet Ali Agca menembak Paus Yohanes Paulus II di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Kilas balik peristiwanya.


Profil Chora, Sebuah Gereja Kuno yang Diubah Erdogan Menjadi Masjid

33 hari lalu

Gereja chora. wikipedia
Profil Chora, Sebuah Gereja Kuno yang Diubah Erdogan Menjadi Masjid

Presiden Erdogan mengubah gereja kuno Chora menjadi masjid, sebuah langkah yang dikritik oleh dunia internasional.


Anak Pemimpin Sudan Tewas dalam Kecelakaan di Turki

42 hari lalu

Jenderal Sudan Abdel Fattah al-Burhan. REUTERS
Anak Pemimpin Sudan Tewas dalam Kecelakaan di Turki

Anak panglima militer dan pemimpin de facto Sudan meninggal di rumah sakit setelah kecelakaan lalu lintas di Turki.