Pertama Kalinya, Rusia Kirim Sistem Pertahanan Udara S-300 ke Iran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Misil S-300. Allvoices.com

    Misil S-300. Allvoices.com

    TEMPO.COMoskow - Rusia akan menyerahkan sistem pertahanan udara S-300-nya ke Iran. Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan dilaporkan akan berpartisipasi dalam upacara penyerahan yang dilakukan melalui Laut Kaspia, Kamis, 18 Februari 2016.

    Dehghan saat ini berada di Rusia dan akan melakukan perjalanan ke Astrakhan di Laut Kaspia untuk mengikuti upacara penyerahan yang dilakukan secara tertutup.

    "Hossein Dehghan akan berpartisipasi dalam upacara penyerahan S-300 di Astrakhan, Kamis," kata seorang sumber dikutip dari laman Sputniknews, Kamis, 18 Februari 2016.

    Staf Umum Iran kemudian memastikan ke media, Rabu, bahwa pengiriman sistem pertahanan udara S-300 Rusia akan dimulai Kamis waktu setempat. "Besok Rusia akan melakukan pengiriman pertama S-300 ke Iran," kata Wakil Kepala Staf Mostafa Izadi.

    Pada 2007, Moskow dan Teheran menandatangani kesepakatan senilai US$ 800 juta untuk pengiriman lima sistem rudal S-300 ke Iran. Pada 2010, Rusia menangguhkan kontrak, mengikuti resolusi Dewan Keamanan PBB yang menempatkan embargo senjata terhadap Teheran sampai ada kesepakatan tentang proyek nuklirnya. Teheran mengajukan gugatan terhadap Moskow atas insiden tersebut.

    Pada April lalu, Moskow mencabut larangan pengiriman S-300. Ini dilakukan setelah Iran dan enam negara kekuatan global, termasuk Rusia, mencapai kesepakatan kerangka kerja nuklir yang dengan sendirinya menghapus sanksi embargo Teheran.

    SPUTNIKNEWS.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.