Presiden Jokowi: Indonesia Tak Terlibat Konflik di Laut Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (kiri), menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo, saat KTT ASEAN-Amerika Serikat di California, Amerika Serikat, 16 Februari 2016. Jokowi menghadiri pertemuan para pemimpin negara ASEAN dengan AS. Reuters/Kevin Lamarque

    Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (kiri), menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo, saat KTT ASEAN-Amerika Serikat di California, Amerika Serikat, 16 Februari 2016. Jokowi menghadiri pertemuan para pemimpin negara ASEAN dengan AS. Reuters/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, California - Presiden Joko Widodo menyatakan pembahasan konflik di kawasan Laut Cina Selatan adalah salah satu bahasan dalam pertemuan tingkat tinggi negara-negara ASEAN dan Amerika Serikat. Namun Indonesia tidak terlibat dalam konflik karena wilayah perairan laut tak berbatasan langsung dengan kawasan yang sedang menjadi rebutan tersebut.

    "Indonesia tidak termasuk dalam kawasan Laut Cina Selatan sehingga tak ada yang harus diselesaikan," kata Presiden dalam wawancara dengan wartawan, termasuk Tempo, di Miramonte Resort, Indian Wells, California, Amerika Serikat.

    Menurut Presiden, Indonesia mendorong penyelesaian masalah Laut Cina Selatan ini melalui Code of Conduct. "Harus kembali lagi pada code of conduct," ujarnya. Code of conduct adalah tata perilaku yang saat ini masih dibahas di antara negara-negara ASEAN. 

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berujar, Indonesia memiliki masalah batas laut dengan Vietnam. Pembahasan tentang batas kawasan zona ekonomi eksklusif dengan Vietnam sudah dilakukan sebanyak tujuh kali. "Sehingga yang dapat dilakukan adalah menyelesaikan masalah batas laut ini dengan Vietnam," katanya di tempat yang sama.

    Konflik di kawasan Laut Cina Selatan adalah salah satu yang akan dibahas dalam pertemuan KTT AS-ASEAN di Sunnylands, California, Amerika Serikat. Dalam pidatonya saat membuka pertemuan tersebut, Presiden Barack Obama mengatakan Amerika mendorong diselesaikannya konflik wilayah batas laut dengan damai dan berpegang pada aturan yang berlaku. "Kami juga mendorong diberlakukannya kebebasan navigasi bagi seluruh bangsa (di Laut Cina Selatan)," ujarnya di Sunnylands, California, Amerika Serikat, Senin, 15 Februari 2016.

    Kawasan Laut Cina Selatan berperan penting dalam lalu lintas perdagangan dunia. Sejumlah negara yang terlibat dalam konflik memperebutkan kawasan tersebut dengan Cina adalah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Taiwan.

    DEWI RINA (CALIFORNIA)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.