Demi Lunasi Utang, Eks Anggota Kongres AS Jadi Artis Porno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. webmd.com

    Ilustrasi. webmd.com

    TEMPO.CO, Washington DC - Seorang mantan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) sedang terlilit utang setelah dituduh melakukan korupsi. Untuk mengatasinya, ia mendapat tawaran menjadi artis film porno bertemakan gay. Bayarannya lumayan juga, US$ 1 juta atau Rp 13,7 miliar.

    Aaron Schock,  eks anggota Kongres AS, itu  pun populer setelah gambarnya dipublikasikan di halaman depan majalah Men's Health pada Juni 2011. Foto itu tayang  sebelum pria usia 34 tahun itu mengundurkan diri dari Kongres pada 31 Maret tahun lalu. Ia memilih mundur  setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan akibat penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan uang kampanye dan dana pemerintah.

    Seperti yang dilansir Huffinton Post pada 1 Februari 2016, pekan lalu, situs Politico melaporkan, Schock menghabiskan lebih US$ 3 juta atau Rp 41 miliar untuk biaya pengacara.

    Schock memiliki rekening kampanye dengan dana tersimpan US$ 558,000  atau Rp 7,6 miliar. Ia kemudian berutang hampir US$ 750,000  atau Rp 10,2 miliar kepada firma hukumnya, Jones Day.

    Nah, perusahaan video porno TitanMen, menawarkan untuk melunasi pembayaran biaya hukum itu hingga US$ 1 juta jika dia setuju berperan dalam beberapa film dewasa bertemakan gay.

    Wakil Presiden TitanMen, Keith Webb mengatakan TitanMen sering menampilkan pria yang bukan saja tampan, tetapi juga cerdas dan Schock sesuai dengan gambar itu.

    "Meskipun menghadapi skandal melibatkan dana kampanye, dia masih memiliki sifat positif yang mampu dijadikan contoh untuk fans kami. Ini memang situasi win-win solution untuk kedua pihak."

    Belum ada tanggapan resmi dari Schock terkait tawaran tersebut. Mantan anggota Kongres dari Partai Republik, yang mengundurkan diri pada Maret 2015, terjebak dalam huutang selama pemeriksaan oleh Departemen Kehakiman AS dan FBI karena diduga menyalahgunakan pajak dan dana kampanye.

    HUFFINGTON POST|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.