Senin, 10 Desember 2018

Diteror Ancaman Bom, Sekolah-sekolah di Australia Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)

    Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)

    TEMPO.COSydney - Mendapat ancaman bom dari orang yang tidak dikenal, sejumlah sekolah di Australia ditutup pada Jumat, 29 Januari 2016, pagi. Beberapa sekolah di sekitar Kota Sydney ditutup dan siswa dievakuasi menyusul beberapa ancaman bom yang diterima.

    Ancaman dilontarkan terhadap sekolah di Mona Vale di pantai utara Sydney, Woolooware di selatan Sydney, serta Richmond dan Penrith di barat Sydney. Operasi polisi juga dilakukan di Victoria setelah panggilan ancaman dibuat untuk setidaknya empat sekolah. 

    Sekolah yang menerima panggilan dan muridnya dievakuasi termasuk Berwick Chase Primer di Berwick, Sekolah Dasar Berwick Lodge di Berwick, Sekolah Dasar Aitken Creek di Craigieburn, dan SMA Reservoir di Reservoir.

    Setidaknya murid di empat sekolah di Melbourne dievakuasi setelah menerima telepon ancaman pada Jumat pagi. "Polisi menyadari banyak ancaman terhadap sekolah di Metropolitan dan wilayah selatan," demikian pernyataan polisi, seperti dilansir Sydney Morning Herald.

    Penyelidikan masih berlanjut dan polisi bekerja sama dengan Departemen Pendidikan. Lima sekolah di Sydney terpengaruh menyusul ancaman itu. Australia Broadcasting Corporation (ABC) menyatakan operasi dilakukan di Sekolah Tinggi Woolooware, Sekolah Tinggi Penrith, dan Sekolah Umum Mona Vale.

    Stasiun radio 2GB melaporkan ancaman juga dilontarkan di Richmond. "Polisi memperingatkan bahwa membuat ancaman semacam itu merupakan tindak pidana serius dan usaha dibuat untuk mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab," demikian pernyataan itu.

    Juru bicara Departemen Pendidikan mengatakan semua sekolah yang mendapat ancaman bom tersebut menerima panggilan telepon dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni pukul 10.50-11.10, Jumat, 29 Januari 2016, waktu setempat.

    Polisi di New South Wales dan Victoria menegaskan bahwa operasi penyelidikan yang dilakukan polisi berlangsung serentak di seluruh negara. Namun, setelah beberapa jam melakukan pencarian, polisi tidak menemukan adanya benda mencurigakan.

    Sekitar pukul 02.30 sore waktu setempat, siswa di semua sekolah itu akhirnya diizinkan kembali ke kelas masing-masing dan ancaman bom tersebut dipastikan merupakan penipuan.

    SMH | STUFF | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.