Waspada Virus Zika, Penyebab Penyusutan Kepala Janin Bayi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Nyamuk Aedes albopictus betina menyedot makan darah dari kulit manusia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. sedang menyelidiki mewabahnya virus Zika yang diduga ditularkan oleh nyamuk tersebut ataupun Aedes aegypti. James Gathany/CDC via AP

    Nyamuk Aedes albopictus betina menyedot makan darah dari kulit manusia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. sedang menyelidiki mewabahnya virus Zika yang diduga ditularkan oleh nyamuk tersebut ataupun Aedes aegypti. James Gathany/CDC via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus zika menjadi mimpi buruk bagi setiap orang tua. Virus ini dibawa nyamuk dan ditularkan hanya dalam satu gigitan. Penyakit ini berpotensi mematikan bayi dalam kandungan atau menyebabkan bayi terlahir cacat.

    Dilansir dari www.mirror.co.uk, wabah virus zika diduga menjadi penyebab di balik lonjakan anak cacat di Brasil. Penularan lokal penyakit ini juga telah ditemukan di 13 negara dan wilayah lain.

    Tiga orang Inggris dilaporkan menjadi korban. Mereka terkena di Amerika Selatan, tapi tidak secara alami terjadi di Inggris. "Pada Januari 2016, ada tiga kasus yang berhubungan dengan perjalanan ke Colombia, Suriname, dan Guyana, telah ditemukan dari wisatawan asal Inggris," kata Pusat Kesehatan Inggris.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, akibat tertular virus zika, penderita mengalami demam, ruam, dan nyeri sendi. Perbandingannya, ada satu dari lima orang yang bisa terjangkit virus ini, dan menjadi berbahaya bila yang terkena adalah ibu hamil.

    Bagi janin, virus ini dapat menyebabkan bayi dalam kondisi microcephaly, yang berarti anak akan terlahir abnormal dengan kepala kecil. Banyak anak yang meninggal karena kondisi ini karena mengalami kerusakan otak yang parah.

    Di Brasil pada 2015, ada 3.000 kasus microcephaly. Angka ini meningkat drastis dibanding 2014 yang hanya 200 kasus. Namun tidak jelas berapa banyak penyakit microcephaly yang disebabkan langsung oleh virus zika.

    Virus zika ditularkan nyamuk Aedes albopictus dan menginfeksi orang yang digigit nyamuk itu.  Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk membunuh virus zika, sehingga penderita hanya bisa membiarkannya.

    Untungnya, wabah virus ini belum menjangkiti Indonesia. Karena itu, cara agar tak terjangkit virus zika adalah menghindari bepergian ke Amerika Selatan.

    Bila sedang melakukan perjalanan ke sana, Anda harus menggunakan pakaian tertutup, memakai lotion antinyamuk, tidur di bawah kelambu, dan lakukan hal apa pun untuk menghindarkan Anda dari serangga.

    MIRROR.CO.UK



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.