ISIS Serang Kota Haditha, Irak, Ratusan Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Irak dan pejuang Sunni menolong seorang wanita saat upaya penyelamatan dari daerah yang masih dikuasai oleh militan ISIS di Ramadi, Irak, 4 Januari 2016. AP

    Sejumlah tentara Irak dan pejuang Sunni menolong seorang wanita saat upaya penyelamatan dari daerah yang masih dikuasai oleh militan ISIS di Ramadi, Irak, 4 Januari 2016. AP

    TEMPO.CO, Baghdad – Kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melakukan serangan besar-besaran ke kota strategis Haditha, Irak, yang mengakibatkan ratusan orang tewas. “Pertempuran sengit pasukan pemerintah melawan militan ISIS terjadi selama tiga hari,” ucap saksi mata, Selasa, 5 Januari 2016.

    Serangan ISIS ke Haditha itu dilancarkan sekitar sepuluh hari setelah militer Irak mengambil alih hampir seluruh wilayah ibu kota Provinsi Anbar, Ramadi. Pada serangan ini, pasukan pertahanan Irak berhasil memaksa militan ISIS menarik diri dari salah satu kota yang mereka kuasai. ISIS mulai melakukan pemberontakan di Irak dan Suriah pada 2014.

    Naeem Alqoad, anggota Albu Nimr, salah satu suku ternama di Haditha yang menolak ISIS, mengatakan kepada Al Jazeera, puluhan pasukan keamanan Irak serta pejuang suku asli tewas dan luka-luka akibat serangan ISIS ke sejumlah pos keamanan.

    “Sejumlah laporan menyebutkan banyak warga sipil dijadikan sandera,” ujarnya. “Serangan udara pasukan koalisi asing tidak efektif dan lemah.”

    Alqoad menjelaskan, serangan ISIS terus berlanjut dan tak ada henti-hentinya setelah mendapatkan bala bantuan dari kelompok militan negara tetangga, Suriah, dan senjata dari tangsi militer di sejumlah kota serta desa di sekitar Haditha.

    Mabruk Hamid, Wali Kota Haditha, mendesak pemerintah Baghdad segera melakukan intervensi dan mengirimkan bala tentara untuk mendukung kekuatan pasukan keamanan di sana. Hamid mengatakan benteng pertahanan yang didirikan suku setempat di sekitar Haditha dihancurkan ISIS, termasuk dengan melakukan serangan bom bunuh diri.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.