Model Cantik Korea Tewas di Lomba Menenggak Minuman Beralkohol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Tim Wimborne

    REUTERS/Tim Wimborne

    TEMPO.CO, Singapura - Seorang model asal Korea Selatan tewas ketika ikut lomba tenggak minuman beralkohol di sebuah bar di Singapura. Dalam perlombaan itu, ia dibayar US$ 50 atau sekitar Rp 700 ribu untuk setiap gelas minuman beralkohol yang dia tenggak. Kim Seoa, 27 tahun, tewas ketika menenggak cangkir ke-12.

    Seperti yang dilansir World Wide Weird News pada 9 November 2015, peristiwa itu berlangsung di The Prestige KTV, di Merchant Road. Kala itu Seoa menghadiri pesta ulang tahun seorang kenalannya.

    Billy Kon dari Hong Kong, mengusulkan permainan minum alkohol itu. Dia mengeluarkan uang sekitar $ 7 ribu dan menyatakan akan memberi US$ 50 untuk setiap cangkir alkohol yang dikonsumsi oleh perempuan. Seoa bergabung dalam permainan minum tersebut. Seorang saksi mata mengatakan Seoa menuangkan minuman beralkohol hingga 12 gelas dan meminumnya.

    Permainan berlangsung sekitar setengah jam, setelah itu pingsan dan tidak lama kemudian bibirnya berubah menjadi ungu. Para medis segera datang dan membawa Seoa ke rumah sakit. Namun nyawa Seoa tidak berhasil diselamatkan. Ia meninggal tidak lama setelah tiba di rumah sakit.

    Berdasarkan pemeriksaan medis, model cantik yang tidak biasa minum itu meninggal karena keracunan alkohol. Tingkat kandungan alkohol dalam darahnya mencapai 310 mg alkohol per 100 ml darah atau empat kali dari batas legal untuk mengemudi.

    Kasus itu tengah dalam penyelidikan polisi. Polisi menyita sejumlah uang yang menjadi bahan taruhan lomba minum alkohol. Namun polisi tidak menemukan bukti kecurangan dalam permainan konyol itu.

    WORLD WIDE WEIRD NEWS| YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.