Penembakan Massal di Oregon, Obama: Amerika Telah Mati Rasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi korban terluka setelah penembakan yang terjadi di Umpqua Community College di Roseburg, Oregon, A.S., 1 Oktober 2015. Pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah kampus yang menewaskan 13 orang. REUTERS/Michael Sullivan/The News-Review

    Petugas mengevakuasi korban terluka setelah penembakan yang terjadi di Umpqua Community College di Roseburg, Oregon, A.S., 1 Oktober 2015. Pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah kampus yang menewaskan 13 orang. REUTERS/Michael Sullivan/The News-Review

    TEMPO.CO, Roseburg - Presiden Barack Obama mengungkapkan kemarahan sekaligus keprihatinannya dengan kasus penembakan massal yang kini telah menjadi "rutinitas" di Amerika Serikat. Kasus terakhir, seorang pria bersenjata mengamuk di Umpqua Community College di Kota Roseburg, Oregon, Amerika Serikat, Kamis waktu setempat. Dalam peristiwa ini, dikabarkan 13 orang tewas dan 20 orang luka-luka.

    "Entah bagaimana ini telah menjadi rutinitas. Kami telah menjadi mati rasa untuk ini," kata Obama dalam pidatonya. Ia terlihat frustrasi karena reformasi undang-undang senjata gagal, Kamis, 1 Oktober 2015, waktu setempat.

    Padahal, Obama sering kali menyesalkan adanya penolakan Kongres untuk meloloskan langkah-langkah kontrol senjata dalam upaya mencegah terjadinya penembakan massal, terutama setelah aksi pembantaian 20 siswa dan enam guru di Sandy Hook Sekolah Dasar di Newtown 14 Desember 2012.   

    Obama mengatakan bahwa ia tahu lawan politiknya akan menuduhnya mempolitisasi tragedi tersebut.

    "Ini adalah pilihan politik yang kita buat untuk membiarkan hal ini terjadi setiap beberapa bulan di Amerika," kata Obama, yang menyebut pemerintah dan kongres bertanggung jawab kepada keluarga-keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai karena kelambanan ini.

    Menurut Obama, untuk merombak undang-undang tidak cukup dengan pikiran dan doa. Semua pihak harus menekan parlemen untuk bersama menyelesaikan undang-undang. "Ini bukan sesuatu yang bisa saya lakukan sendiri," ujarnya.

    CNN | EKO ARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.