ISIS Tutup Taman Bermain Anak-anak di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota militan ISIS mengiring seorang tahanan untuk dieksekusi. Selang 5 hari setelah eksekusi tersebut, pemimpin militan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi melarang para militan ISIS, untuk menyebarkan video eksekusi di internet. Homs, Suriah, 23 Juli 2015. Dailymail

    Seorang anggota militan ISIS mengiring seorang tahanan untuk dieksekusi. Selang 5 hari setelah eksekusi tersebut, pemimpin militan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi melarang para militan ISIS, untuk menyebarkan video eksekusi di internet. Homs, Suriah, 23 Juli 2015. Dailymail

    TEMPO.CO, Damaskus - Kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menutup taman bermain anak-anak di sebuah kota di Suriah karena lokasi tersebut dianggap sebagai tempat pertemuan lelaki dengan perempuan yang tak memiliki hubungan keluarga.

    "ISIS telah menutup tempat bermain di Kota Mayadeen di sebelah timur Provinsi Deir Ezzor. Mereka menganggap lokasi tersebut digunakan untuk pertemuan kaum pria dengan wanita yang membawa anak-anak mereka bermain," ujar Syrian Observatory for Human Rights, Ahad, 27 September 2015.

    Sumber Observatory di kota tersebut mengatakan Hesbah--polisi syariah ISIS--berpatroli melintasi taman bermain pada hari pertama Idul Adha pada awal pekan ini. Mereka kemudian menahan sejumlah laki-laki dan perempuan karena berpakaian tidak Islami.

    Organisasi ultra-radikal ini telah memberlakukan nilai-nilai Islam ketat sesuai dengan tafsirnya di kawasan yang mereka kuasai, baik di Suriah maupun Irak. Siapa pun yang berlawan jenis tidak diperkenankan berinteraksi jika mereka belum menikah. Adapun bagi perempuan--menutup seluruh tubuh dan wajah--harus ditemani perempuan anggota keluarga kapan pun.

    "Polisi syariah ISIS menahan tiga perempuan di taman bermain di Raqa, sebuah kota di utara Suriah yang dijadikan ibu kota oleh kelompok ini, Ahad, 27 September 2015," ujar Observatory.

    ISIS telah bertindak brutal, termasuk memenggal kepala, menyalip, dan merajam atau melempari seseorang dengan hingga tewas bila kedapatan berbuat salah.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.