Tawaf dengan Alat Beroda di Ka'bah, Calon Haji Ini Dikecam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim yang melaksanakan haji melakukan tawaf (mengelilingi Kabah) di dalam kompleks Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (10/10). AP/Amr Nabil

    Umat Muslim yang melaksanakan haji melakukan tawaf (mengelilingi Kabah) di dalam kompleks Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (10/10). AP/Amr Nabil

    TEMPO.CO, Mekah - Ada pemandangan yang sangat tidak biasa dari seorang pria yang tengah mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, Mekah, dengan menggunakan perangkat beroda smart balance wheels. Aksinya itu jelas telah mengundang kecaman.

    Aksi yang terekam video itu memperlihatkan seorang pria sedang tawaf mengelilingi Ka’bah menggunakan perangkat beroda smart balance wheels. Tindakan itu menyebabkan banyak pihak meminta penjelasan mengenai hal tersebut.

    Seperti diberitakan Gulf News, aksi tawaf yang terjadi Rabu lalu itu mendapat kritik dan kecaman.

    Pria yang terlihat sehat dan mampu itu menyebabkan netizen mempertanyakan apakah Islam memang mengizinkan penggunaan alat tersebut saat tengah tawaf.

    Menurut blogger dari Arab Saudi, Abdul Rahman, pria tersebut seharusnya berjalan, seperti muslim lain yang sehat.

    Dia juga menyerukan agar ahli-ahli agama mengeluarkan pendapat tentang hal tersebut secepat mungkin.

    "Menurut pendapat saya, itu tidak patut dibenarkan, karena pengguna akan fokus pada peralatan tersebut, bukan fokus kepada Allah SWT," katanya.

    Blogger lain, Abu Nawwas, menganggap hal tersebut akan menjadi tren ketika musim haji dan umrah.

    "Larangan patut dikenakan, karena orang akan menggunakannya," ucap Abu Nawwas. "Ada banyak kursi roda (bagi jemaah yang tidak bisa berjalan)."

    GULF NEWS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.