Waspadai Permen Karet Jika Rahang Anda Tak Ingin Begini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Sudaryono

    TEMPO/ Sudaryono

    TEMPO.CO, London - Seorang ibu empat anak yang gemar mengunyah permen karet sampai tujuh jam sehari terpaksa tidur di kursi bedah untuk memperbaiki rahangnya yang gagal berfungsi. Kebiasaan Claire Embleton yang suka mengunyah itu menghancurkan sendi rahangnya sehingga ia tak bisa membuka mulut lebih dari satu sentimeter.

    Seperti yang dilansir oleh laman Inggris, Daily Mail, Senin, 3 Agustus 2015, wanita berusia 38 tahun itu kemungkinan akan memiliki bekas luka setelah operasi pembedahan itu. Dokter akan memotong sebelah mukanya untuk menggantikan sendi-sendi di salah satu bagian rahangnya dengan potongan besi.

    Claire, manajer pada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, mengatakan, "Ketika dokter memberi tahu mengunyah bisa mengakibatkan rahang saya rusak, saya pun sangat terkejut. Saya selalu percaya mengunyah permen karet adalah suat pekerjaan yang sehat."

    Ia mengaku hanya mengunyah setelah makan atau minum dan memastikan permen karet pilihannya tidak mengandung gula. Ia tak dapat membayangkan sesuatu yang tidak berbahaya dan kebiasaan sehat menyebabkan kerusakan. Claire yang menikah dengan Daniel, 40 tahun, mengunyah permen karet sejak lima tahun lalu.

    Namun, sejak dua tahun terakhir ini Claire merasa suara ledakan pada sendi rahang saat mengunyah. Katanya, sebelum ini dia tidak kecanduan tetapi sudah menjadi kebiasaan karena telah lama melakukannya. Dia mengunyah selama lima jam saat hari biasa dan ada kala sampai tujuh jam setiap akhir pekan.

    DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.