Korea Selatan Umumkan Bebas MERS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas membersihkan pegangan di dalam kereta untuk melakukan pencegahan penyebaran virus MERS di stasiun Seoul Metro, Goyang, Korea Selatan, 9 Juni 2015. Hingga kini jumlah korban yang terjangkit virus MERS sebanyak 95 orang dan 7 meninggal dunia. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Sejumlah petugas membersihkan pegangan di dalam kereta untuk melakukan pencegahan penyebaran virus MERS di stasiun Seoul Metro, Goyang, Korea Selatan, 9 Juni 2015. Hingga kini jumlah korban yang terjangkit virus MERS sebanyak 95 orang dan 7 meninggal dunia. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.COSeoul - Pemerintah Korea Selatan melalui Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn secara resmi mengumumkan bahwa negaranya telah bersih dari wabah virus MERS, penyakit sindrom pernapasan dari Timur Tengah. 

    Dalam pernyataannya, Hwang Kyo-ahn mengatakan sudah tidak ada infeksi baru MERS yang dilaporkan dalam 23 hari terakhir, sehingga kini masyarakat tidak perlu khawatir lagi.

    "Setelah menimbang berbagai keadaan, personel medis, hakim, dan pemerintah menyatakan sekarang Korea Selatan telah bebas dari rasa khawatir akan MERS," ucapnya. "Saya meminta masyarakat untuk melanjutkan kembali kegiatan sehari-hari, seperti kegiatan ekonomi, budaya, olahraga, dan sekolah, seperti biasanya."

    Hwang Kyo-ahn juga meminta maaf untuk segala kritikan terhadap pemerintah terkait dengan respons pemerintah dalam menghadapi virus yang telah menewaskan 36 orang di Korea Selatan tersebut.

    Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan penularan MERS telah resmi berakhir.

    Seorang juru bicara WHO di Manila menuturkan diperlukan minimal 28 hari lamanya tanpa infeksi sebelum membuat sebuah pengumuman. Kasus terakhir dikonfirmasi di Korea Selatan pada 4 Juli 2015.

    MERS muncul di Korea Selatan pada 26 Mei 2015, dibawa seorang pria yang mengunjungi Timur Tengah. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada 2012 di Timur Tengah.

    Korea Selatan satu-satunya negara di luar Timur Tengah yang terjangkit wabah tersebut dengan laporan 186 orang telah terinfeksi, 36 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

    Wabah tersebut memiliki efek buruk pada perekonomian. Industri pariwisata mengalami penurunan kunjungan dari wisatawan mancanegara sebesar 40 persen.

    BBC | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.