Korban Perang Teluk 1991 Gugat Bush Senior

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Brussel, AFP:Tujuh keluarga Irak mengugat mantan Presiden George Bush dan tiga pemimpin Amerika Serikat lainnya yang diduga melakukan kejahatan pada Perang Teluk tahun 1991. Pejabat Amerika membantah aksi yang membunuh 400 penduduk dalam pemboman bunker penduduk sipil. Tuduhan itu sangat tidak beralasan dan jelas sangat bernuansa politis. Keluarga yang menggugat adalah korban atau saudara dari korban pemboman Amerika atas pemukiman di Baghdad yang membunuh 403 orang pada 13 Februari 1991, kata Moriau, salah satu pembuat hukum sosialis ini. Dua keluarga tinggal di Belgia, tambah Moriau. Gugatan ini berdasarkan hukum Belgia yang memperbolehkan melawan orang tertentu dalam kejahatan perang. Gugatan yang dilakukan dibawah Undang-undang Belgia yang memperbolehkan proses hukum menentang pelaku kejahatan perang, pelanggar kemanusiaan atau pembunuhan massal, tanpa memperhatikan kewarganegarannya atau negaranya Kita yakin kesalahan itu akan terulang lagi dan ingin mengingatkan bahwa semua hukum akan ditempuh sehingga adanya keadilan, kata Moriau, anggota asosiasi persahabatan Irak- Belgia. Ini menunjukkan keputusasaan rezim Saddam Hussein, kata juru bicara kedutaan Amerika Serikat. Gugatan ini ditujukan kepada George Bush, ayah presiden Amerika sekarang, wakil presiden Dick Cheney, Menteri Luar Negeri Collin Powell dan pensiunan Jenderal Norman Schwarzkopf yang memimpin operasi Badai Padang Pasir melawan Irak, kata pembuat Undang-undang Sosialis Patrick Moriau. Cheney adalah menteri pertahanan saat perang teluk pertama sedangkan Collin Powel adalah ketua dari Gabungan Kepala Staf. Sekitar 30 pemimpin politik juga terkena tindakan hukum dibawah hukum Belgia ini termasuk pemimpin Palestina Yaser Arafat, Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan Presiden Kuba Fidel Castro. Israel sampai menarik kembali duta besarnya dari Brussel untuk berkonsultasi bulan kemarin. Sharon bisa dikenakan tindakan hukum akibat kejahatan perang terhadap 23 warga Palestina yang saat ini masih hidup akibat pembunuhan massal oleh tentara Israel di dua kamp pengungsi di Beirut 1982. Namun, Menteri luar Negeri Belgia Louis Michel mengatakan Selasa kemarin, dia mempertimbangkan sengketa terakhir ini adalah salah kaprah dan tidak benar dari kompetensi hukum universal. Masalahnya tidak ada saringan yang pantas untuk mencegah pengesahan undang-undang yang digunakan untuk politik atau pikiran tertentu, katanya. Belgia menentang keras rencana Amerika terhadap Irak dan bersama Perancis dan Jerman menolak mendukung permintaan untuk membantu pertahanan Turki. Brusel juga menolak untuk mengusir diplomat Irak seperti yang diminta oleh Amerika Serikat. Kita akan mengambil sikap yang sama dengan Perancis dan Jerman dan mengjormati kewajiban internasional, kata Perdana Menteri Belgia Guy Verhofstadt. Edy Can --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.