4 Tentara AS Tewas Ditembak di Markas, Pelaku Diduga ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota ISIS menembakan senapan mesin ke arah tahanan. Eksekusi tersebut berlangsung hingga malam hari. Tikrit, Irak, 12 Juli 2015. Dailymail

    Seorang anggota ISIS menembakan senapan mesin ke arah tahanan. Eksekusi tersebut berlangsung hingga malam hari. Tikrit, Irak, 12 Juli 2015. Dailymail

    TEMPO.CO, Tennessee - Seorang pria bersenjata dikabarkan telah membunuh empat Marinir Amerika Serikat setelah melepaskan tembakan di dua fasilitas militer AS di Chattanooga, Tennessee. Demikian informasi yang dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis, 16 Juli 2015.

    Dalam berita itu dijelaskan bahwa juru bicara Angkatan Laut AS telah mengkonfirmasikan terjadinya penembakan melalui cuitan akun resminya di media sosial Twitter. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah pusat rekrutmen di Jalan Amnicola, Chattanooga.  

    "Nyawa sejumlah orang yang setia melayani negara kita telah melayang, dan saya bergabung dengan semua warga Tennesseans yang merasakan sakit dan sedih akibat peristiwa ini," kata Gubernur Tennessee Bill Haslam pada Jumat, 17 Juli 2015.

    Beberapa saksi mata mengaku mendengar suara tembakan dan melihat seorang pria bersenjata yang  mengendarai Ford Mustang menembak di dua lokasi. Kedua lokasi itu yakni pusat perekrutan militer dan pusat Angkatan Laut AS yang terpisah sekitar 10 kilometer.

    Tersangka, yang diidentifikasi Biro Investigasi Federal sebagai Mohammod Youssuf Abdulazeez, 24 tahun, tewas dalam insiden tersebut. Sedangkan dua orang lainnya, tentara dan polisi, dinyatakan dalam kondisi terluka.

    Para pejabat AS mengakui bahwa penegak hukum sedang menyelidiki kemungkinan pelaku terinspirasi oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau kelompok bersenjata serupa.

    Jaksa Bill Killian menyebut penembakan itu sebagai "tindakan terorisme domestik", meskipun para pejabat FBI mengatakan pihak berwenang masih menyelidiki motif pelaku.

    Presiden AS Barack Obama mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa Abdulazeez bertindak sendirian, tapi berjanji penyelidikan menyeluruh akan dilakukan secepatnya.

    AL JAZEERA | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.