Mengerikan, Turis Wanita Tewas Diterkam Singa Afrika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Editor film Game of Thrones, Katherine Chappell dikabarkan tewas dimakan Singa saat berlibur di Afrika. dailymail.co.uk

    Editor film Game of Thrones, Katherine Chappell dikabarkan tewas dimakan Singa saat berlibur di Afrika. dailymail.co.uk

    TEMPO.COJohannesburg - Turis Amerika yang tewas akibat diterkam singa di taman safari Afrika Selatan telah diidentifikasi sebagai Katherine Chappell, editor efek khusus film.

    Chappell menyambangi Afrika Selatan seminggu sebelum tragedi nahas yang merenggut nyawanya tersebut. Keberadaannya di Afrika Selatan guna mengumpulkan uang untuk kampanye antiinisiatif perburuan.

    Chappell terlibat dalam sebuah episode pemenang penghargaan Emmy Award dari serial fantasi Game of Thrones dan tinggal di Vancouver, Kanada, sejak 2013. Dia digambarkan keluarganya sebagai pribadi yang brilian, baik, petualang, dan bersemangat tinggi.

    "Dia sangat dicintai, brilian, baik, petualang, dan bersemangat tinggi. Dia selalu berbagi cinta dengan orang-orang yang ditemuinya," tulis kakaknya, Jennifer, di Facebook.

    Chappell tewas diterkam singa betina 9 tahun pada Senin sore, 1 Juni 2015, saat mengunjungi Lion Park yang populer di pinggiran Johannesburg.

    Petugas mengatakan singa betina itu tengah berbaring ketika Nona Chappell dan pemandu wisatanya lewat. Tapi tiba-tiba singa tersebut bangkit dan berjalan menuju mobil, yang berhenti sekitar 1 meter dari tempat dia berbaring.

    Setelah Chappell mengambil gambarnya, si singa tiba-tiba menyerang melalui jendela yang terbuka lalu menggigitnya.

    Pemandu wisata Pierre Potgieter, 66 tahun, membantah klaim bahwa dia berjalan di sekitar kandang dengan jendela mobil yang terbuka penuh.

    "Itu tidak benar, tidak benar sama sekali," katanya, seperti dilansir Telegraph pada Rabu, 3 Juni 2015. "Jika itu yang mereka katakan, itu tidak terjadi. Tidak sama sekali."

    Dia menuturkan serangan yang menewaskan Chappell sangat "mengerikan". "Aku masih shock dan linglung tentang hal itu," ucapnya.

    Dia menceritakan, Chappell mencoba menangkis serangan singa betina tersebut. Dalam proses tersebut, dia menderita luka di lengannya. Ketika singa mundur, dia melihat Chappell mengalami luka yang sangat serius.

    "Dia mengalami pendarahan deras dari lehernya. Dalam keadaan shock, saya mencoba cara terbaik untuk menghentikan pendarahan dan menyelamatkan hidupnya. Saya memberikan tekanan konstan untuk menghentikan pendarahan sambil meminta bantuan," ujarnya.

    Pihak keamanan sekarang tengah menyelidiki kamera Chappell dan kamera dua keluarga lain di kandang singa saat serangan terjadi untuk memperjelas terjadinya peristiwa itu.

    Untuk pergi ke The Lion Park, salah satu atraksi wisata paling populer di Afrika Selatan, hanya membutuhkan 40 menit dari Johannesburg. Taman itu tetap buka minggu ini, tapi kandang tempat Chappell tewas ditutup.

    TELEGRAPH | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.