Istana Minta Diplomasi Megaphone RI-Australia Dihentikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto memberikan keterangan di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, 15 Januari 2015. Andi mengatakan Presiden Joko Widodo berencana mengumumkan opsi yang akan diambil atas Budi Gunawan pada malam ini. Tempo/Aditia Noviansyah

    Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto memberikan keterangan di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, 15 Januari 2015. Andi mengatakan Presiden Joko Widodo berencana mengumumkan opsi yang akan diambil atas Budi Gunawan pada malam ini. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Jelang eksekusi terhadap gembong narkoba Bali Nine, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto berharap kedua pihak—Indonesia dan Australia—tak saling mengeluarkan pernyataan kontroversial. Andi menilai kedua negara sedang dalam ketegangan tertentu.

    "Diplomasi megaphone sebaiknya dikurangi," kata Andi di kantornya, Rabu malam, 11 Maret 2015.

    Menurut Andi Widjajanto, diplomasi megaphone adalah mengeluarkan statemen di media massa yang berpotensi menaikkan eskalasi ketegangan diplomatik. Pengajar di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia ini menunjukkan advis itu kepada pihak Indonesia dan Australia.

    Kemarin, di UGM Yogyakarta, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengancam akan melepaskan imigran gelap yang ingin ke Australia. Menurut Tedjo, Jakarta telah mencegah para imigran yang berjumlah sekitar 10 ribu itu mencari suaka di Negara Kanguru.

    "Jika dilepas, mereka akan menjadi tsunami manusia," kata Tedjo. Ucapan Tedjo ini lalu membuat gaduh media di Australia.

    Andi mengimbau kedua pejabat negara memanfaatkan hubungan diplomasi yang telah berjalan baik. Dia menilai maksud Tedjo secara tersirat adalah dulu Indonesia dan Australia telah menjalin kerja sama pada bidang imigran ilegal.

    "Mungkin saat ini bisa dilihat potensi kerja sama dalam pemberantasan narkoba," ujarnya.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.