Diperdebatkan, Apple Rancang Mobil Masa Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil compact crossover sport-utility vehicle (SUV) Mazda CX-3 saat dipamerkan di Tokyo, Jepang, 27 Februari 2015. Mazda CX-3 menggunakan mesin diesel 1.5-liter bertorsi 270 Nm yang mampu mengungguli performa mesin 2.5-liter. (Kiyoshi Ota/Bloomberg via Getty Images)

    Mobil compact crossover sport-utility vehicle (SUV) Mazda CX-3 saat dipamerkan di Tokyo, Jepang, 27 Februari 2015. Mazda CX-3 menggunakan mesin diesel 1.5-liter bertorsi 270 Nm yang mampu mengungguli performa mesin 2.5-liter. (Kiyoshi Ota/Bloomberg via Getty Images)

    TEMPO.COJenewa - Rencana perusahaan teknologi Apple membuat mobil “masa depan impian” menjadi perdebatan hangat di pameran mobil Jenewa pekan ini. Musababnya, niatan tersebut memaksa Apple bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah lebih dari 127 tahun mengembangkan mobil konvensional.

    Meningkatnya penggunaan teknologi dan komputer pada mobil membawa industri mobil ke era yang baru. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan perusahaan mobil dan perusahaan teknologi untuk mengambil celah bisnis yang ada karena fenomena ini.

    Wakil presiden pengembangan pemasaran teknologi automotif firma Gartner, Thilo Koslowski, yakin akan ada persaingan di antara perusahaan mobil dan perusahaan teknologi untuk mengontrol pengembangan kendaraan masa depan. “Persaingan ini akan muncul dalam lima tahun ke depan,” ujar Thilo, seperti dilansir Reuters.

    Besarnya capital market Apple senilai US$ 750 miliar juga menjadi kekhawatiran sendiri bagi para “pemain lama”. Jumlah tersebut lebih besar, meskipun pangsa Daimler, Volkswagen, Renault , Peugeot, Fiat Chrysler, Ford, dan General Motors disatukan.

    Namun para perusahaan mobil menyatakan belum menyerah dan terus mengembangkan diri untuk menjadi perusahaan berteknologi tinggi. “Persaingan membuat mobil masa depan belum selesai, begitu pula dengan peran perusahaan teknologi di dalamnya,” ujar Chief Executive Daimler, Dieter Zetsche.

    ANDI RUSLI | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.