McDonald's Telan Kerugian Pertama di Jepang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi restoran cepat saji McDonald's. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi restoran cepat saji McDonald's. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO , Tokyo:Perusahaan ritel makanan terkemuka McDonald's di Jepang menelan kerugian pada tahun 2015 ini. Kerugian ini adalah yang pertama kali sejak menjadi perusahaan terbuka sejak 2001.

    McDonald's di Jepang harus menelan kerugian JPY 6,7 miliar, berbanding terbalik dengan tahun lalu yang meraup untung JPY 11,5 miliar.

    Kerugian terjadi ditenggarai oleh isu masuknya suplai ayam dari Tiongkok yang jauh di bawah standar keamanan. Menurut beberapa laporan, banyak konsumen menemukan objek asing di makanan mereka seperti paruh ayam.

    Kejadian ini sontak menurunkan jumlah konsumen hingga 39 persen. Hal yang wajar terjadi terutama di negara dengan standar konsumen tinggi seperti Jepang.

    Tidak hanya masalah kualitas ayam, suplai kentang goreng juga terhambat turut memperburuk keadaan. McDonald's harus menambah operasional pengiriman melalui udara karena terjadi demo buruh di pantai barat Amerika Serikat. Akibatnya, saham turut menukik hingga 12 persen terhitung sejak Juni tahun lalu.

    CEO McDonald's Jepang Sarah Casanova bertekad tidak berpangku tangan menghadapi hal ini. “Hal seperti ini tidak boleh terjadi dalam bisa makanan,” ujarnya seperti yang dilansir Japan Today. “Kami akan melakukan segala cara,”

    Pihak perusahaan menyatakan akan menyertakan pihak ketiga untuk melakukan inspeksi dan investigasi kasus ini. McDonald's akan melakukan pembersihan dapur, pelatihan pegawai, dan lebih selektif memilih supplier.

    JAPAN TODAY | ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.