Video Jasad Warga Jepang Sandera ISIS Beredar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme eksekutor ISIS, Jihadis John diubah menjadi karakter antagonis, Dr Evil dalam film Austin Powers. ISIS meminta tebusan sebesar US$ 200 juta (RP. 2.5 Triliun) untuk 2 warga Jepang dalam waktu 72 jam setelah video dirilis. Dailymail.co.uk

    Meme eksekutor ISIS, Jihadis John diubah menjadi karakter antagonis, Dr Evil dalam film Austin Powers. ISIS meminta tebusan sebesar US$ 200 juta (RP. 2.5 Triliun) untuk 2 warga Jepang dalam waktu 72 jam setelah video dirilis. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berang setelah video jasad satu dari dua warga Jepang yang disandera Islamic State, atau yang lebih dikenal sebagai ISIS, beredar di Internet, Sabtu, 24 Januari 2015. Sebelumnya, ISIS mengancam akan membunuh sandera tersebut jika uang tebusan US$ 200 juta (sekitar Rp 2,5 triliun) tidak diberikan hingga batas waktu, yakni Jumat lalu.

    “Saya sangat marah,” kata Abe kepada wartawan. “Pemerintah Jepang tidak akan tunduk kepada terorisme dan akan terus berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas komunitas internasional dan dunia.”

    Sejak Selasa lalu, ISIS menyandera dua warga Jepang, yakni Haruna Yukawa, 42 tahun, dan Kenji Goto, 47 tahun. Kemarin beredar video yang memperlihatkan jasad Yukawa. Sedangkan Goto tampak masih hidup dalam rekaman tersebut.

    SITE Intelligence Group, organisasi yang melacak propaganda ISIS, mengatakan video tersebut asli. Tapi media kepanjangan tangan ISIS, Al Furqan, belum merilis video atau pesan yang membenarkan kabar pembunuhan Yukawa. Al Furqan biasanya dipakai ISIS untuk merilis video-video pemenggalan yang dilakukan kelompok militer tersebut.

    Menurut pernyataan SITE, video tersebut diunggah melalui akun Twitter yang terkait dengan ISIS. Dalam pesan audio di video tersebut, ISIS mengatakan tidak lagi meminta uang tebusan untuk sandera kedua, yaitu Goto. Namun ISIS meminta Goto ditukar dengan seorang wanita yang menghadapi eksekusi mati di Yordania dalam kasus pengeboman di Yordania pada 2005, yakni Sajida Mubarak al-Rishawi.

    NYTIMES| TSE

    Berita lain:
    Orang Goblok pun Tahu, Ini Serangan Balik Polisi 
    Ini yang Dirasa Christopher Saat Tabrakan Maut 
    Menteri Tedjo Sebut KPK Ingkar Janji ke Jokowi  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.