Kalah Perang, Bos ISIS Perintah Eksekusi 56 Anggota Milisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. REUTERS/Social Media Website via Reuters TV

    Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. REUTERS/Social Media Website via Reuters TV

    TEMPO.CO, Ninawa - Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi telah memerintahkan eksekusi terhadap 56 anggota kelompok militan itu menyusul kekalahan di Irak utara.

    Al-Baghdadi mengambil keputusan itu setelah kekalahan milisi Islam itu di Kober, sebelah selatan Erbil, ibu kota Kurdistan. Dilansir Al-Arabiya, Jumat, 16 Januari 2015, adanya perintah tersebut diungkapkan oleh Saeed Mamozini, petinggi Partai Demokrat Kurdi. (Baca: Pendukung ISIS Retas Akun FB Maskapai Korea Utara.)

    "Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, mengeksekusi 56 orangnya setelah mereka menyerah di tangan pasukan Peshmerga," ucap Mamozini.

    Menurut Mamozini, eksekusi terhadap 56 anggota ISIS itu terjadi di Al-Namrood, Mosul timur. Pertempuran antara ISIS dan militer Kurdi di bagian selatan Erbil menewaskan 300 anggota ISIS dan sekitar 150 lainnya terluka.

    Koalisi pimpinan AS sejak akhir 2014 meluncurkan serangan udara terhadap kelompok militan ISIS, yang merebut sebagian besar wilayah di Irak pada Juni 2014. Tentara Irak dan pejuang Kurdi juga telah memerangi ISIS sebagai bagian dari kelompok yang dipimpin AS. (Baca:Kritik Charlie Hebdo, Paus: Jangan Hina Keyakinan.)

    ISIS merencanakan sebuah "khilafah Islam" yang akan dipimpin oleh Al-Baghdadi di wilayah yang mencakup negara-negara Timur Tengah, termasuk Irak dan Suriah. Markas kelompok ISIS ini terdapat di Kota Raqqa, Suriah.

    AL-ARABIYA | WINONA AMANDA

    Baca juga:
    Panggil Budi Gunawan dan Sutarman, Jokowi Masih Belum Ambil Putusan
    Johanes Widjonarko Dicopot dari SKK Migas, Apa Alasan Sudirman?
    Minum Jamu, Puan Pamer Kabinet Jokowi Kompak
    Ahok Tiru Sistem Transportasi di Chicago


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.