Di APEC, Ini Peluang Bisnis yang Dibagikan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi berbicara pada APEC CEO Summit di Beijing, Tiongkok, 10 November 2014. AP/Andy Wong

    Jokowi berbicara pada APEC CEO Summit di Beijing, Tiongkok, 10 November 2014. AP/Andy Wong

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Indonesia Joko Widodo alias Jokowi menawarkan sejumlah peluang investasi dan bisnis  kepada negara-negara yang datang dalam acara Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Cina, kemarin. Peluang itu meliputi pembangunan transportasi dan infrastruktur di Indonesia

    "Sebagai negara dengan 17 ribu pulau, kami akan membangun 24 sea port dan deep sea port untuk jalur transportasi antar pulau di Indonesia. Ini adalah kesempatan Anda untuk berinvestasi," kata Jokwi. (Baca: Di APEC, Jokowi Akan Bertemu Obama Pagi Ini)

    Selain pelabuhan, Jokowi juga menjelaskan pembangunan jalur kereta di pulau-pulau besar di Indonesia. Sudah ada di Pulau Jawa, jalur kereta akan dibangun hingga ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. "Ini juga merupakan kesempatan Anda," kata Jokowi.

    Jokowi juga menyinggung tranpostasi massa alias Mass Rapid Transit (MRT) yang sudah mulai dilakukan di Jakarta. Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan pembangunan MRT juga akan dilakukan di lima kota besar lainnya, yaitu Medan, Makasar, Semarang, Bandung, dan Surabaya. (Baca: Di APEC, Jokowi Singgung Soal Lahan dan Izin)

    Untuk tranportasi laut, Jokowi juga membeberkan rencana pembangunan to lautl yang  akan dibangun dari barat hingga ke timur Indonesia. "Kami akan membangun sea toll sebagai sistem transportasi maritim yang dibangun untuk memotong biaya perjalanan agar lebih efisien," kata Jokowi.

    "Sebagai contoh, harga satu sak semen di Papua dilaporkan 25 kali lebih mahal dibanding yang ada di pulau Jawa. Jadi, dengan adanya sea toll, kami harapkan ongkos transportasi akan sama untuk semua pulau," kata presiden berusia 53 tahun itu.

    Selanjutnya Jokowi juga membahas kebutuhan tenaga listrik sebagai sumber untuk menggerakan jalannya industri, proyek, dan pembangunan. "Kami membutuhkan pembangkit tenaga listrik untuk menyediakan 35 ribu megawatt daya untuk industri. Ini juga bisa jadi kesempatan Anda untuk berinvestasi," kata Jokowi.

    RINDU P. HESTYA

    Berita Lain:
    Jokowi Jadi Primadona di APEC 
    Bahasa Inggris Jokowi Dipuji 
    Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.