Jokowi Top jika Pidato Bahasa Indonesia di APEC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah), memperkenalkan Duta besar Indonesia untuk RRC merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo (kiri), kepada Presiden Xi Jinping di Beijing, 9 November 2014. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Prekekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas. ANTARA/Rini Utami

    Presiden Jokowi (tengah), memperkenalkan Duta besar Indonesia untuk RRC merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo (kiri), kepada Presiden Xi Jinping di Beijing, 9 November 2014. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Prekekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas. ANTARA/Rini Utami

    TEMPO.CO , Jakarta: Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menunggu apakah Presiden Joko Widodo menggunakan bahasa Indonesia saat pidato di KTT APEC. Sebab, presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono, lebih suka menggunakan bahasa Inggris.

    “Jika Jokowi besok menggunakan bahasa Indonesia, baru top. Kalau enggak, ya sama saja dengan SBY,” kata Hikmahanto, Ahad, 9 November 2014. (Baca juga: Yang Boleh dan Dilarang Saat APEC di Cina  )

    Menurut Hikmahanto, dalam Pasal 28 Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya wajib menggunakan bahasa Indonesia dalam pidato resmi baik di dalam dan luar negeri.  "Jokowi sebagai presiden tunduk enggak dengan Undang-Undang?" kata Hikmahanto. (Baca juga: Pengusaha dan Pejabat Ini Sambut Jokowi di Beijing)

    Hikmahanto mengatakan pidato resmi kepala-kepala negara KTT APEC di Beijing, Cina, akan disampaikan, Senin, 10 November 2014. (Baca juga: Besok, Jokowi - Presiden Cina Bahas Poros Maritim)

    KTT APEC yang berlangsung pada Senin-Selasa, 10-11 November 2014, di Bejing, Cina, merupakan forum internasional yang dihadiri Jokowi setelah menjabat sebagai presiden. Setelah menghadiri APEC, Jokowi diagendakan akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada 12-13 November 2014, dan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Brisbane, Australia, pada 15-16 November 2014.

    KHAIRUL ANAM

    Berita lain:
    Kecelakaan, Wartawan Tempo Wafat  
    Jokowi Mempelajari Infrastruktur Maritim Cina
    Kaesang Tolak Nadine, Jessica, dan Elaine  


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.