Cina Tuan Rumah APEC, Warga Beijing 'Diusir'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olympic Park diterangi gemerlap lampu untuk persiapan konferensi Ekonomi APEC, di Beijing, Cina, 30 Oktober 2014. Beijing Olympic Park telah selesai didekorasi dan bersiap-siap untuk pertemuan konferensi Kerjasama Ekonomi Asia-Pacific Economic (APEC) pada Kamis, 6 November. ChinaFotoPress/Getty Images

    Olympic Park diterangi gemerlap lampu untuk persiapan konferensi Ekonomi APEC, di Beijing, Cina, 30 Oktober 2014. Beijing Olympic Park telah selesai didekorasi dan bersiap-siap untuk pertemuan konferensi Kerjasama Ekonomi Asia-Pacific Economic (APEC) pada Kamis, 6 November. ChinaFotoPress/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asia-Pasific Economic Cooperation yang puncaknya akan berlangsung di Beijing pada 10-11 November 2014 nanti. Berbagai cara dilakukan pemerintah Cina untuk menjamu para tamu dari 20 negara anggota APEC. Dikutip dari laman Bloomberg, Sabtu, 8 November 2014, salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah "mengusir" warganya yang tinggal di Ibu Kota negara tersebut.

    Langkah itu sudah dilakukan pemerintah Cina sejak awal November 2014 kemarin. Warga yang berdomisili di Beijing diminta untuk meninggalkan rumahnya hingga penyelenggaraan APEC usai atau sekitar sepuluh hari. Permintaan itu tidak bersifat memaksa. Akan tetapi, Cina mengeluarkan segala jurus untuk menarik minat warga agar pergi meninggalkan rumahnya.

    Salah satu cara yang dilakukan adalah mendorong jasa agen perjalanan agar menyediakan diskon besar-besaran. Tujuannya agar warga tertarik berlibur ke luar kota dan bersedia meninggalkan rumahnya untuk sementara waktu. Pemerintah Cina serius mendorong perusahaan jasa perjalanan untuk memberikan diskon selama perhelatan APEC.

    Pemerintah Cina juga menetapkan hari-hari selama APEC berlangsung sebagai hari libur nasional. Hampir seluruh perkantoran dan sekolah diliburkan oleh pemerintah pada 7-12 November 2014. Hal itu pun disambut gembira oleh Tian Weiping, seorang profesor bidang literatur di sebuah universitas di Beijing. Dia menyebut pemberlakuan hari libur itu sebagai hadiah yang menyenangkan di awal bulan.

    Dia mengatakan siap meninggalkan Beijing dan berlibur ke luar kota sesuai anjuran pemerintah. Menurut dia, ada dua kota tujuan yang sangat ingin dia kunjungi dalam hari libur nasional tersebut. “Saya sangat ingin pergi ke Hangzhou atau Shanghai,” kata dia.

    Tujuan utama pemerintah atas penetapan hari libur nasional itu tak lepas dari kondisi Kota Beijing. Selama ini kota tersebut dikenal dengan kualitas udara yang sangat buruk. Kemacetan parah juga kerap terjadi di seluruh penjuru kota. Cina tak ingin para tamu negara seperti Presiden Barrack Obama dan Presiden Vladimir Putin merasakan kepenatan itu. "Cina akan melakukan segala upaya terbaik untuk menjamin kualitas udara selama penyelenggaraan APEC,” kata Chai Fache, Wakil Presiden Akademi Riset Ilmu Lingkungan Cina.

    Wakil Perdana Menteri Cina Zhang Gaoli sebelumnya juga mengatakan masalah kualitas udara akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahnya. Dia berjanji akan mengendalikan polusi udara, khususnya di region Beijing-Tianjin-Hebel.

    BLOOMBERG | XINHUA | DIMAS SIREGAR

    Topik terhangat:

    Pemerasan | Kisruh DPR | Susi Pudjiastuti | Lulung Dipecat | Kabinet Jokowi

    Berita terpopuler lainnya:
    Kartu Sehat & Pintar Jokowi Bikin DPR Tak Berdaya
    Gereja Yesus Buka Kisruh Nikah Jessica Iskandar
    Heboh Kelanjutan Film AADC, Reuni Cinta dan Rangga
    Lulung Dipecat, PPP Isyaratkan Dukung Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.