Penyebaran Ebola di Sierra Leone Memburuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas membantu rekannya menggunakan pakaian pelindung saat akan melakukan pengangkatan jenazah korban ebola di Freetown, Sierra Leone, 15 Oktober 2014. REUTERS/Josephus Olu-Mammah

    Seorang petugas membantu rekannya menggunakan pakaian pelindung saat akan melakukan pengangkatan jenazah korban ebola di Freetown, Sierra Leone, 15 Oktober 2014. REUTERS/Josephus Olu-Mammah

    TEMPO.CO, Freetown - Meski pengendalian ebola mencapai hasil positif di Liberia, penyakit ini justru memburuk di negara tetangganya, Sierra Leone. Pejabat kesehatan setempat mengatakan Sierra Leone masih sangat membutuhkan bantuan internasional. (Baca: Angka Kematian Ebola di Liberia Turun)

    “Kami berada dalam situasi krisis yang bisa menjadi lebih buruk,” ujar Alfred Palo Conteh, Kepala Penanggulangan Ebola Sierra Leone, kepada wartawan pada Rabu, 29 Oktober 2014, seperti dikutip Boston Globe, hari ini.

    Namun demikian, meski wabah ebola kini menyerang area di Ibu Kota Freetown dan sekitarnya, sejumlah daerah di wilayah timur justru mampu menekan peningkatan wabah ini.

    Conteh menyarankan agar masyarakat mencontoh apa yang dilakukan warga di Kabupaten Kailahun dan Kenema, yakni dengan tidak menyentuh orang yang sakit atau meninggal karena ebola.

    Untuk mengatasi masalah ini, Sierra Leone telah mendapat sejumlah bantuan internasional. Beberapa pusat pengobatan dengan kapasitas hingga 700 tempat tidur akan dibangun. PBB juga akan mengerahkan empat helikopternya untuk membantu penanganan ebola.

    Tak hanya itu, sebuah kapal Angkatan Laut Inggris yang membawa ratusan tentara, obat-obatan, helikopter, dan truk juga sudah berlabuh di Sierra Leone.

    ANINGTIAS JATMIKA | BOSTON GLOBE

    Terpopuler

    Kemlu AS: Menhan Ryamizard bukan Pelanggar HAM
    'Aku Bertanggung Jawab Atas Penculikanku di Suriah' 
    Pria India Ini Mengaku Direkrut NASA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.