Tegang, Korut dan Korsel Baku Tembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan wilayah perbatasan antara Korea Selatan dengan Korea Utara yang dipisahkan tanah kosong tak bertuan di Yeoncheon, 65 Km sebelah utara Seoul. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Pemandangan wilayah perbatasan antara Korea Selatan dengan Korea Utara yang dipisahkan tanah kosong tak bertuan di Yeoncheon, 65 Km sebelah utara Seoul. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Yeonpyeong - Konflik antar-negara bertetangga, Korea Utara dan Korea Selatan, kembali terjadi di daerah perbatasan di Yeonpyeong. Pasukan Korea Utara dilaporkan terlibat baku tembak singkat dengan pasukan Korea Selatan selama 10 menit. Tidak ada korban jiwa daalam kejadian ini. (Baca: Dua Korea Saling Tembak di Darat)

    "Pasukan Korea Utara mendekati garis demarkasi yang memisahkan kedua negara. Pasukan Korea Selatan pun terpaksa harus melepaskan tembakan peringatan," kata seorang pejabat Korea Selatan, seperti dilaporkan BBC News, Ahad, 19 Oktober 2014.

    Hingga saat ini, belum jelas apa motif tentara Korea Utara mendekati wilayah perbatasan dengan senjata lengkap. Namun, menurut laporan, baku tembak ini membuat ketegangan yang melibatkan kedua negara itu semakin meningkat.

    Pekan lalu, perwira militer dari kedua belah pihak bertemu di sebuah desa di wilayah perbatasan untuk meredakan ketegangan. Namun pertemuan itu tidak membuahkan hasil.

    Pada 10 Oktober lalu, pasukan Korea Utara menembaki balon yang diluncurkan dari seberang wilayah mereka. Menurut laporan, balon itu sengaja diterbangkan dan membawa selebaran yang mengecam pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Tembakan itu itu langsung dibalas oleh tentara Korea Selatan. (Baca: Muncul ke Publik, Kim Jong-un Gunakan Tongkat)

    Kapal angkatan laut dari kedua negara juga bertukar tembakan peringatan setelah kapal patroli Korea Utara melintasi perbatasan maritim yang disengketakan pada awal Oktober lalu di Yeonpyeong.

    Kedua negara Korea ini berkonflik sejak Perang Korea pecah pada 1950-1953. Kedua negara sepakat melakukan gencatan senjata, tapi tidak sepakat berdamai.

    RINDU P. HESTYA

    Berita Lain:
    Apa Kata Media Asing Soal Pelantikan Jokowi?
    Jokowi Disebut 'Barack Obama' Indonesia 
    Suster Spanyol Sembuh dari Ebola  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.